Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

TNI Terus Modernisasi Alutsista Dan Bangun Strategi Perang Kota

Golda Eksa
16/1/2019 19:55
TNI Terus Modernisasi Alutsista Dan Bangun Strategi Perang Kota
(ANTARA)

MODERNISASI alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penggunaan kekuatan integratif menjadi prioritas program kerja Mabes TNI kurun 2018.

Program lain yang juga telah dilaksanakan ialah peningkatan profesionalisme prajurit serta dukungan kesiapan dari matra AD, AL, dan AU.

Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto disela-sela Rapat Pimpinan Kementerian Pertahanan, di Gedung AH Nasution, Kompleks Kemhan, Jakarta, Rabu (16/1).

Pada kesempatan itu Hadi juga memaparkan 11 program prioritas militer yang ditindaklanjuti dengan program 100 hari kerja.

"Program 100 hari kerja dapat terlaksana 100%. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya berkelanjutan tetap diteruskan sesuai penahapan pada Renstra (rencana strategis) TNI 2015-2019,” ujar Hadi melalui keterangan dari Pusat Penerangan TNI.

Mantan Kepala Staf TNI AU, itu menambahkan, pembangunan pertahanan integratif di perbatasan telah diwujudkan dalam bentuk Satuan TNI Terintegrasi Natuna di Dermaga TNI AL Selat Lampa, Natuna, Kepri, pada 18 Desember 2018.

Di sisi lain, sambung dia, dalam upaya pembangunan minimum essential force (MEF), TNI juga mengembangkan organisasi pada 2018, yaitu pembentukan Divisi 3/Kostrad, Koarmada III, Koopsau III, dan Pasmar-3, di wilayah Indonesia timur.

Baca juga : Menhan Sebut Kemampuan Perang Indonesia Sudah Mumpuni

“Kehadiran empat organisasi baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan stabilitas nasional,' ujarnya.

Hadi pun membeberkan alasan kunjungannya ke beberapa satuan elite TNI, seperti Markas Kopassus, Markas Korps Marinir, dan Markas Kostrad, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku kunjungan itu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan perang kota. Maklum, selama ini prajurit TNI rutin mengikuti pelatihan, termasuk perang hutan yang musuhnya jelas.   

"Dalam melaksanakan perang kota yang dihadapi ada masyarakat dan terorisme itu sendiri, sehingga saya sampaikan agar mengembangkan konsep perang kota. Taktik perang kota yang jelas karakteristik dan perlengkapannya berbeda."

Ia mengemukakan, perang kota harus disiapkan segera. Itu lantaran perang dengan model tersebut sudah menggunakan teknologi nano, sehingga pengembangan teknologi itu sangat diperlukan ketika perang kota dan non-little weapon.

"Apakah dengan menggunakan konsep membuat frekuensi suara tinggi, kemudian peralatan-peralatan yang menggunakan infrared, thermal dan koordinat itu juga kita kembangkan. Saya sampaikan kepada pasukan TNI agar mempersiapkan diri untuk latihan perang kota dan apa saja peralatannya yang kurang segera diajukan," tandasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya