Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ada Sanksinya, JK Yakin Prabowo tak akan Mundur dari Pencapresan

Antara
16/1/2019 18:08
Ada Sanksinya, JK Yakin Prabowo tak akan Mundur dari Pencapresan
(Dok Setwapres)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan kabar terkait kemungkinan Prabowo Subianto mundur dari pencalonan presiden di Pemilu 2019. Menurutnya, hal itu tidak mungkin terjadi karena ada sanksi pidana apabila capres atau cawapres mengundurkan diri.

"Saya kira tidak, pasti tidak. Kalau mengundurkan diri, bagaimana (Pemilu) nanti tinggal satu calon? Tidak mungkin. Iya ada pidananya," kata Wapres JK  di sela-sela kunjungan kerjanya di Siem Reap, Kamboja, Rabu (16/1).

Baca juga: Jokowi Bakal Jawab Soal Aksi Kamisan di Debat Capres

JK juga sudah menanyakan kabar tersebut kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat bertemu dalam "Gala Dinner" peluncuran Asian Cultural Council (ACC) di bawah International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) di Siem Reap, Kamboja, Selasa malam (15/1).

"Saya tanya juga semalam ke Fadli Zon apa benar ada isu itu, ah tidak, tidak (jawab Fadli). Dia jawab Pak Prabowo akan jalan terus," tambahnya.

Rencana pengunduran diri Prabowo Subianto dari pencapresan diungkapkan oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, di Kota Malang pada Minggu (13/1).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan Prabowo menyatakan akan mengundurkan diri kalau potensi kecurangan pemilu tidak bisa dihindari oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara.

Sementara itu, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur adanya sanksi pidana dan denda uang apabila ada capres atau cawapres mengundurkan diri setelah ditetapkan.

Capres atau cawapres yang dengan sengaja mengundurkan diri dapat dikenai pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp50 juta. Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersalaman dengan PM Kamboja Hun Sen di acara Gala Dinner peluncuran Asian Cultural Council (ACC) di The Elephant Terrace, Angkor Park, Siem Reap, Kamboja, Selasa (15/1). (Ant/OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya