Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Kepala Daerah Diminta Lakukan Optimalisasi

Benny Andriyos
16/1/2019 09:15
Kepala Daerah Diminta Lakukan Optimalisasi
(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

TIM Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk pemenangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin meminta optimalisasi kepala daerah memenangkan pasangan calon presiden-wakil presiden yang didukungnya menang di Pemilihan Presiden 2019.

"Mayoritas kepala daerah di Jatim adalah kader partai politik pendukung Jokowi-Amin sehingga harus ada optimalisasi," ujar Ketua TKD Jatim Machfud Arifin di sela rapat konsolidasi di Surabaya, kemarin.

Upaya tersebut menjadi salah satu dari beberapa program TKD Jatim di tiga bulan menjelang pemilihan presiden yang akan dilaksanakan 17 April 2019.

Pihaknya menginginkan suara Jokowi secara teritorial benar-benar bisa diamankan sehingga menjadi tugas kepala daerah untuk melakukannya, tapi dengan catatan tidak melanggar aturan.

"Meski kepala daerah, mereka harus ikuti aturan main. Semua sudah diatur dan jangan dilanggar," ucap mantan Kapolda Jatim tersebut.     

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan strategi detail bagi optimalisasi kepala daerah. "Bagaimana strategi detail optimalisasi kepala daerah, tidak bisa saya omongkan terbuka," katanya.

Optimalisasi lainnya, kata dia, yakni langkah calon anggota legislatif (caleg) memenangkan Jokowi, serta rekrutmen saksi untuk mengawal suara dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS).  

Sementara itu, Komunitas masyarakat adat di Jawa Barat menyatakan dukungan kepada Joko Widodo-Maruf Amin dalam Pemilu Presiden 2019.

Pasangan nomor 01 ini dianggap lebih mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang saat ini terancam oleh isu global khususnya ideologi transnasional.

Hal ini diungkapkan sesepuh Kabuyut-an Gegerkalong, Abah Yusuf saat menerima kunjungan Cakra 19, salah satu relawan pendukung Joko Widodo-Maruf Amin, di Padepokan Kabuyutan Gegerkalong, Bandung, Senin (14/1) malam.

Kelompok pendukung ini merupakan gabungan purnawirawan TNI yang memiliki kepedulian terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Yusuf menjelaskan, Indonesia lahir dari keragaman di masyarakatnya baik suku, budaya, bahasa, dan agama. Keberadaan Pancasila sebagai ideologi negara sudah sangat tepat sehingga tidak bisa diubah lagi.

"Untuk mempersatukan bangsa ini dengan menghormati kebinekaan, keberagaman. Perilaku kita harus NKRI, hormat-menghormati. Saling memosisikan pada posisi masing-masing," katanya.

Oleh karena itu, menurutnya negara pun harus hadir untuk melindungi perbedaan yang ada di masyarakat demi utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa.

"Negara harus melindungi. Bhinneka Tunggal Ika sudah sezaman dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW," kata Yusuf.

Dia menilai Joko Widodo merupakan sosok yang mampu menjaga keragaman bangsa. (BY/Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya