Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

TGB Basmi Isu Komunis di NTB

Akmal Fauzi
16/1/2019 08:45
TGB Basmi Isu Komunis di NTB
(MI/BARY FATHAHILAH)

GUBERNUR Nusa Tenggara Barat (NTB) 2008-2018 Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengaku masih ada sebagian masyarakat NTB masih percaya terhadap isu PKI yang menghinggap ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

TGB menjelaskan, isu dan fitnah terhadap Jokowi di NTB sudah ada sejak Pilpres 2014 saat berpasangan dengan Jusuf Kalla. Itulah yang menyebabkan Jokowi-JK kalah di NTB. Hal itu, lanjut dia, merupakan tantangannya untuk memenangkan Jokowi di pilpres mendatang.

"Sebelum 2014 sampai sekarang hoaksnya sama, fitnahnya sama, bohongnya sama, dan masih ada masyarakat yang memercayai itu, dan itu tantangannya bagaimana memberi tahu kepada masyarakat," kata TGB saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta, kemarin.

Ulama karismatik itu berjanji akan bekerja keras meluruskan isu dan fitnah terhadap Jokowi sebagai langkah memenangkan pasangan nomor urut 01 itu.

"Disosialisasikan, diluruskan, ditepis hoaks yang ada karena cukup besar hoaks yang selama ini di-maintenance sejak 2014," lanjutnya.

Ia berharap, dengan dukungan relawan dan semua elemen masyarakat di NTB pihaknya bisa memenangkan pasangan Jokowi-Amin.

"Dan tentu menyosialisasikan pembangunan apa yang dilakukan Pak Jokowi secara khusus untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi NTB," tegasnya.

Jadi senjata
Berita bohong (hoaks) menjadi senjata yang menyerang pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilu 2019.

Padahal, penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilu 2019 yang aman, damai, dan sejuk tentunya menjadi tujuan dan dambaan dari berbagai elemen masyarakat.

Namun, Koordinator Rumah Bersama Relawan Pemenangan Jokowi-Amin Sumsel, Sukma Hidayat optimistis, saat ini pemilih di Indonesia sudah semakin rasional. Mereka tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang sengaja dihembuskan pihak-pihak yang ingin mengacaukan jalannya pemilu.

"Dari hasil survei yang kami lakukan secara langsung ke masyarakat di perdesaan, mereka sama sekali tidak terpengaruh dengan maraknya isu-isu yang diembuskan mereka yang tak ingin pemilu ini berjalan damai, aman, dan sejuk," ungkap Sukma.

Disampaikan Sukma, Rumah Bersama Relawan Pemenangan Jokowi-Amin Sumsel terbentuk pada 18 Agustus 2018 yang pada awalnya beranggotakan sebanyak 34 relawan dan hingga kini telah beranggotakan tidak kurang dari 10 ribu relawan dan tersebar di 17 kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Rumah Bersama Relawan Pemenangan Jokowi-Amin merupakan salah satu dari beberapa kelompok relawan yang ada di Sumsel di bawah naungan Direktur Relawan Jokowi-Amin Sumsel, Suparman Romans, dan ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin Sumsel, Syahrial Oesman.

Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menyerukan kepada masyarakat untuk bersinergi mengatasi penyebaran hoaks pada tahun politik yang dapat mendelegitimasi perhelatan pesta demokrasi 2019.

"Hoaks politik seperti ini akan menurunkan legitimasi pemerintahan terpilih dan membuka ruang bagi kekacauan atau chaos bagi masyarakat yang masih terpolarisasi," kata Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho dalam siaran pers.

Mafindo mencatat kenaikan jumlah hoaks politik sejak proses politik dimulai sejak Agustus 2018 lalu.

Hoaks politik tersebut patut menjadi perhatian bersama karena merusak rasionalitas pemilih, mengalihkan diskusi dan debat publik menjadi tidak produktif sehingga justru jadi bahasan. (DW/Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya