Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pidato Prabowo Masih Usung Pesimisme

Akmal Fauzi
15/1/2019 11:22
Pidato Prabowo Masih Usung Pesimisme
(ANTARA/Galih Pradipta)

JURU bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, menilai pidato kebangsaan calon presiden Prabowo Subianto tetap menggelorakan pesimisme, sama seperti pidato-pidato sebelumnya. Program yang disampaikan bahkan telah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pidatonya tetap pesimis, semua terlihat tidak ada yang baik di mata beliau. Program yang disampaikan sudah dilakukan Jokowi, sedangkan beberapa program malah menjiplak program Jokowi yang diubah redaksionalnya,” kata Irma melalui keterangan tertulis, Selasa (15/1).

Irma menyebut, pidato tersebut miskin gagasan. Pun demikian, ia memakluminya lantaran Prabowo tidak memiliki pengalaman di pemerintahan.

Ia pun menilai, pidato kebangsaan harusnya diisi dengan semangat optimisme bukan sebaliknya.

“Apalagi terhadap bangsanya sendiri. Pemimpin yang pesimis tidak akan mampu membawa Indonesia lebih maju. Kenapa? Karena pasti miskin gagasan dan cepat putus asa,” ujarnya

Irma juga menyorot beberapa pernyataan Prabowo yang dinilai tidak sesuai fakta. Misalnya saat mengkritik TNI, Irma menegaskan, kekuatan militer Indonesia di peringkat 15 dunia versi Global Firepower Index (GFI).

Baca juga: PDIP Sebut Pidato Visi Misi Prabowo Ilusi dan Retorika Teleprompter

Prabowo sebelumnya mengatakan, Indonesia agar memiliki penegak hukum dan aparat yang unggul dan jujur, baik dari unsur hakim, jaksa, polisi, hingga intelijen.

Prabowo juga menyebut agar TNI tidak memihak satu golongan atau individu tetapi justru harus melindungi masyarakat secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, Irma juga mengkritik pernyataan Prabowo yang menyinggung masalah ketahanan bahan bakar dan beras nasional. Khusus beras, Prabowo mengatakan hanya bisa bertahan 3 minggu.

“Cadangan beras bulog itu 1,3 juta ton, aman untuk 6 bulan,” tegas Irma

Irma bahkan menyebut pernyataan Prabowo yang siap terima kritik bertolak belakang dengan selama ini yang dilakukan.

“Faktanya yang bersangkutan marah-marah saat media tidak menulis apa yang beliau kehendaki dengan memboikot media,” ujar Irma. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya