Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

PDIP Sebut Pidato Visi Misi Prabowo Ilusi dan Retorika Teleprompter

Micom
15/1/2019 09:27
PDIP Sebut Pidato Visi Misi Prabowo Ilusi dan Retorika Teleprompter
(ANTARA/Galih Pradipta)

PDI Perjuangan mengaku tidak kaget dengan substansi Pidato Visi Misi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Selain melanggar aturan kampanye, apa yang disampaikan sesuai dengan watak Pak Prabowo yaitu menyerang dan menihilkan prestasi Indonesia. Bayangkan, Asian Games, Asian Para Games, kemajuan membangun dari pinggiran, dan kehadiran nilai-nilai kemanusiaan dalam kebijakan sosial Pak Jokowi-JK pun terasa dinihilkan. Jadi, PDI Perjuangan sudah menduga isinya akan seperti itu. Sebab di mata Pak Prabowo semua adalah kegagalan sesuai pengalamannya sendiri," papar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Selasa (15/1).

Hal itu, menurut Hasto, menjadikan pidato visi dan misi tersebut sarat dengan ilusi dan retorika Teleprompter.

“Menihilkan prestasi Pak Jokowi dan Pak JK hanya akan mengurangi elektoral Pak Prabowo-Sandi tidak hanya di Jawa dan Sulawesi. Masyarakat Sumatera, Kalimantan, NTT, Papua, dan Indonesia Timur lainnya yang telah merasakan sentuhan kebijakan Pak Jokowi-JK kami pastikan kurang respek dengan pidato retorik-telepromter tersebut,” ujarnya

Baca juga: Pidato Prabowo Dinilai Daur Ulang

Jika pidato visi misi Prabowo-Sandi tersebut dilihat dalam perspektif kemanusiaan, kerakyatan, dan komitmen terhadap apa yang telah dilakukan Pak Prabowo dan Partai Gerindra, ungkap Hasto, skornya 3-0 untuk kemenangan Pak Jokowi.

“Retorika melawan berbagai bentuk ketidakadilan itulah yang terus mereka mainkan. Namun PDI Perjuangan meyakini bicara dengan rakyat adalah bahasa hati; bahasa kepedulian melalui sentuhan kepemimpinan merakyat, bukan sebaliknya," jelasnya

Indonesia dibangun dengan niat baik dan pemikiran positif. Strategi model menyerang justru menjadi arus balik, yang justru malah mengingatkan masa lalu Pak Prabowo.

“Hal yang kami apresiasi dari pidato tersebut adalah vokal dan intonasi Pak Prabowo yang jauh lebih baik," pungkas Hasto. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya