Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Hasil Survei Perlu Diwaspadai

Agus Utantoro
14/1/2019 08:35
Hasil Survei Perlu Diwaspadai
(Ilustrasi -- MI/MOHAMAD IRFAN)

PARA kader pendukung pasangan capres/cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin diminta tidak terlena dengan hasil survei sejumlah lembaga yang menunjukkan keunggulan pasangan nomor urut 01 ini.

Menurut anggota Fraksi PDIP DPR RI MY Esti Wijayati, hasil survei tersebut justru harus menjadi pemicu bagi kalangan pendukung dan kader untuk semakin bekerja keras. "Jangan sampai survei yang unggul justru membuat kita terlena. Kita harus waspada karena pilpres masih tiga bulan lagi," katanya saat deklarasi Korps Banteng Revolusioner (KBR) For Jokowi-Amin, di Pendopo Dartosiswayan, Bantul, DI Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Ia mencontohkan perlunya menggenjot perolehan suara di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Sleman di DI Yogyakarta yang sebelumnya tidak sesuai harapan pada pilpres lalu. Perolehan suara di kedua kabupaten tersebut perlu digenjot dengan kerja keras para relawan," ujarnya.

Diakui, hal itu bukan merupakan pekerjaan mudah tetapi butuh kerja keras. "Ketuklah setiap rumah warga untuk menyosialisasikan program Jokowi dan juga partai," ujarnya.

Menurutnya, di samping meningkatkan suara untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01 ini, partainya juga perlu menggenjot suara pemilih di sana sehingga pemerintah tidak lagi gonjang-ganjing seperti awal Pemerintahan Jokowi-JK pada tahun-tahun awal. "Awal-awal Pemerintahan Jokowi-JK hanya untuk menstabilkan hubungan antara eksekutif dan legislatif," ungkapnya.

Namun, para relawan juga siap bekerja sama dengan relawan lain, bahkan dari partai lain pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk memenangkan Jokowi-Amin Amin. Karena itu, dirinya kini mengorganisasi kader militan di 75 desa dan lebih dari 900 dusun untuk berkampanye door to door memenangkan Jokowi-Amin. KBR, ujarnya, juga sepakat untuk kembali memenangkan PDIP dalam Pileg 2019 dan ingin mengembalikan kejayaan partainya di Bantul.

Selalu unggul

Sebelumnya, sejumlah lembaga survei menunjukkan elektabilitas pasangan Jokowi-Amin tetap berada di atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebagai contoh survei Elections and Strategic (Index) Research ke 1200 responden pada Desember 2018 memperlihatkan elektabilitas Jokowi-Amin tetap jauh mengungguli pasangan Prabowo-Sandi, yakni 55,6% berbanding 32,3% atau terpaut lebih dari 20%. Sebelumnya, elektabilitas Jokowi-Amin sebesar 54,6%, sedangkan Prabowo-Sandi 30,6%, yakni sisanya 14,8% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Sementara itu, survei Alvara Research Center pada 11-24 Desember 2018 dengan melibatkan 1.200 responden memperlihatkan elektabilitas capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Amin sebesar 54,3%. Sementara itu, capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga 35,1%. Secara umum elektabilitas pasangan Jokowi-Amin unggul di Pulau Jawa jika dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga. "Di Jawa, elektabilitas Jokowi-Amin 59,9%, sedangkan Prabowo-Sandi 27,5%. Angkanya relatif stabil," kata analis Alvara, Hasanuddin Ali. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya