Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Soroti Soal HAM, Gema Bhinneka Tunggal Ika Serukan Lihat Sejarah HAM Capres

Ghani Nurcahyadi
13/1/2019 16:50
Soroti Soal HAM, Gema Bhinneka Tunggal Ika Serukan Lihat Sejarah HAM Capres
(Dok. Gema Bhinneka Tunggal Ika)

MENDEKATI pemilihan presiden (Pilpres) pada 17 April 2019 mendatang, rakyat Indonesia masih terus mengamati dan meneliti para calon presidennya (capres) agar tidak keliru dalam menentukan hak pilih.

Karena itu, kesadaran dan keintelektualan mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat, haruslah selalu menyampaikan yang sebagaimana baiknya sebagai tolak ukur bagi rakyat

Ketua Umum Gema Bhinneka Tunggal Ika, Gifari Shadad Ramadhan mengatakan sejarah kelam (pelanggaran HAM) di Indonesia tidak boleh terulang kembali. Ia menilai bahwa Mahasiswa perlu memandang persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan tegas.

“Kita sebagai mahasiswa yang sadar akan sejarah kelam pada masa lalu, menilai era pembungkaman penindasan dan penculikan sudah cukup mengisi perjalanan buruk bangsa Indonesia. Kami secara tegas tidak menginginkan paradigma sistem lama digunakan kembali terkhusus di zaman orde baru yang tentu saja sangat bertentangan dengan sistem demokrasi Indonesia saat ini," kata Ghifari.dalam keterangan tertulis, Minggu (13/1)

Gifari mengatakan Indonesia harus dipimpin oleh orang yang cerdas dan mempunyai visi untuk membangun Indonesia kedepan. Pemimpin ke depan haruslah orang yang pro demokratis, tidak konservatif dengan menggunakan sistem lama dan juga bersih dari kasus pelanggaran HAM.

Baca juga : Jokowi-Kyai Ma’ruf Optimistis dengan Pemberantasan Korupsi

Yang paling utama adalah yang pro kebhinekaan karena keseragaman di Indonesia harus tetap dijaga dan dirawat, maka dengan itulah Indonesia ke depan akan menjadi Negara yang maju.

Selain itu Gifari juga mengingatkan agar mahasiswa harus turut serta memilih calon pemimpin yang tidak terlibat dalam kasus pelanggaran HAM.

Senada, Ketua Bidang Politik dan Hubungan Luar Gema Bhinneka Tunggal Ika Boy Agustinus mengatakan isu terkuat untuk Pilpres hingga kini adalah mengenai kejahatan pelanggaran HAM, karena dinilai sangat penting, seperti penculikan para aktivis. H

al tersebut menjadi fokus dan sorotan bagi para aktivis mahasiswa, sehingga menganjurkan rakyat Indonesia untuk tidak memilih capres yang terindikasi kejahatan pelanggaran HAM.

“Suara kita aktivis mahasiswa dari waktu ke waktu tidak akan pernah berubah, meski pemilu ataupun tidak, aktivis selalu konsisten untuk menolak capres yang terindikasi kejahatan pelanggaran HAM untuk menjadi Presiden. Kita mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa calon pemimpin yang akan dipilih itu harus diketahui latar belakangnya. Karena di mana saat ini ada capres yang terindikasi kejahatan pelanggaran HAM," ujar Boy.

Maka dari itu sebagai mahasiswa harus memilih secara cerdas siapa yang cocok untuk menjadi pemimpin ratusan juta rakyat Indonesia yang beragam ini dan harus turut serta mensukseskan jalannya demokrasi Indonesia dengan aman dan damai.

Gema Bhinneka Tunggal Ika dengan tegas dan atas dasar intelektualitas serta kesadaran menolak capres yang terindikasi melanggar HAM. (RO/OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya