Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
POLITIKUS Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, menanggapi santai keberadaan markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di dekat rumah Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah yang diresmikan hari ini. Ia menganggap, pendirian posko merupakan ikhtiar kubu lawan dalam upaya merebut suara di Jawa Tengah.
“Segala ikhtiar tentu kita hormati, buat kita PDI perjuangan, banteng-bantengnya jadi bangun dari tidur dan tanduknya keluar," kata Gubernur Jawa Tengah itu kepada wartawan, di Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/1).
Baca juga: Hingga Massa Bubar, Prabowo tak Kunjung Datang
Pun demikian, Ganjar menyebut, ikhtiar Prabowo-Sandi untuk merebut suara di Jateng, justru menambah solid kader PDIP dengan kehadiran posko tersebut.
Sebagai kandang Banteng, julukan basis massa PDIP, Ganjar mengaku tak pernah khawatir dengan hal tersebut. "Sudah saya sampaikan dulu tidak ada yang ikhlas rumah kita diambil orang," kata Ganjar
Usai memutuskan memindahkan markas BPN ke Jawa Tengah, tim Prabowo - Sandiaga mendirikan sebuah posko yang berjarak cukup dekat dengan kediaman pribadi Jokowi di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Sumber.
Jarak antara posko di sebuah ruko tiga lantai itu dengan kediaman Jokowi hanya sekitar 450 meter. Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said sebelumnya mengatakan langkah awal pemindahan markas akan dilakukan mulai Januari 2019. Pemindahan ini lantaran BPN menganggap kemenangan di Jateng akan berbuah hasil di tingkat nasional.
Pada Pilpres 2014 lalu, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Radjasa kalah telak di Jawa Tengah dengan memperoleh 6.485.720 suara atau 33,35%. Jauh di bawah perolehan Jokowi-Jusuf Kalla yang mendapat 12.959.540 suara atau 66,65%. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved