Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN visi misi Prabowo-Sandi dipandang sangat signifikan. Bukan sekedar revisi atau semata polesan gincu agar enak dilihat seperti yang disampaikan Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak.
Menurut Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kyai Ma’ruf Ace Hasan Syadzily, Dahnil menganggap publik bisa ditipu dengan kemasan kardus berisi visi misi dengan tampilan estetika baru.
“Kita bisa lihat sama-sama, kata demi kata yang tertulis dalam visi misi baru Prabowo-Sandi. Hanya 19 dari 238 program aksi atau sekitar 7,98% yang persis sama dengan versi sebelumnya,” kata Ace dalam keterangan resminya, Jumat (11/1).
Sementara yang paling penting untuk diketahui publik, 116 dari 238 agenda aksi atau sekitar 48,74% merupakan agenda aksi yang baru sama sekali. “Sisanya adalah editing bahasa sehingga bahasa yang sebelumnya amburadul, dipoles lagi agar lebih terlihat canggih,” kata Ace.
Satu hal yang menurut Ace juga menarik perhatian, ialah banyaknya agenda yang menjiplak visi misi pasangan nomor urut satu dan menawarkan agenda aksi yang sudah dijalankan Jokowi.
“Misalnya, Mengubah Paradigma Sehat menjadi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Program itu sudah dijalankan Jokowi dalam empat tahun terakhir dan termuat dalam visi misi pasangan nomor urut satu,” tutur Ace.
Sejumlah agenda di visi misi baru Prabowo-Sandiaga di versi lama juga tidak muncul di cetakan terbarunya. Agenda aksi yang dihapus, salah satunya, ialah soal outsourching, mencegah defisit BPJS, dan menghapus kepastian ketersedian obat di fasilitas pelayanan kesehatan. “Artinya Prabowo-Sandiaga menarik janji-janji bombastis. Karena mereka juga tidak siap dengan gagasan yang ditawarkan,” ujar Ace.
Bahkan dalam dokumen baru mereka menghapus rumusan Trisakti dengan menghilangkan kalimat "berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya". Itu, kata Ace, cukup fundamental.
“Jadi salah besar narasi yang dibangun oleh tim sukses pasangan calon nomor urut dua bahwa mereka hanya memoles gincu estetika dan sekedar revisi. Apa yang mereka lakukan adalah merombak total visi misi lama dengan cara menjiplak,” kata dia.
“Orisinalitas visi dan misi sangat penting. Karena visi misi menunjukkan intensi genuine seseorang untuk memimpin. Visi misi harus jadi niat awal. Jangan jadikan visi misi semata rangkaian kata dan kalimat yang disusun atau dirombak dengan mudah hanya sebagai taktik memenangkan pemilu,” pungkas Ace. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved