Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ma’ruf Amin Jadi Senjata Rahasia Jokowi

Nurjiyanto
10/1/2019 10:00
Ma’ruf Amin Jadi Senjata Rahasia Jokowi
(ANTARA)

LEMBAGA survei Indikator Politik Indonesia menyebut calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma’ruf Amin bisa menjadi senjata rahasia calon presiden (capres) Joko Widodo untuk memenangi Pilpres 2019. Senjata rahasia itu muncul bila Ma’ruf tampil apik saat debat nanti.

Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengakui Amin kerap dipandang sebelah mata.  Tak jarang media massa hingga media sosial menunjukkan ­perbandingan antara Ma’ruf dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

“Misalnya Kiai Ma’ruf Amin tampil wow di debat, itu bisa menjadi senjata rahasia Pak Jokowi,” ujar Burhanuddin di Kantor Indikator, Jakarta Pusat, Selasa (8/1).

Apalagi, lanjut dia, Amin punya modal intelektual untuk dapat bersaing dalam debat nantinya. Hal itu terlihat dari rekam jejak Amin yang sempat mengenyam pendidikan hingga memperoleh gelar guru besar, bahkan mendapat gelar doktor honoris causa.

“Kemudian juga dikenal pakar ekonomi syariah, dan jangan lupa dia guru besar dalam tradisi ilmu mantik, ilmu sufi. Jadi ilmu logika, perdebatan kaidah sufi, itu luar biasa jago,” imbuhnya.

Burhanuddin berkaca pada debat Pilpres 2014. Saat itu, mayoritas masyarakat berekspektasi tak maksimal pada Jokowi dalam debat. Kondisi itu menjadi sasaran empuk sang penantang.

“Yang terjadi sebaliknya, ­Prabowo terlalu over confident yang ­kemudian justru di penampilan debat 2014 ­tidak terlalu luar biasa,” tuturnya.

Dengan begitu, ekspektasi yang tinggi oleh masyarakat gagal dipenuhi Prabowo. Sebaliknya dengan eskpektasi yang rendah terhadap Jokowi, setiap langkah kecil dianggap bagus.
“Kiai Ma’ruf Amin punya potensi seperti itu karena selama ini orang menganggap semata-mata tokoh agama, tidak melihat bahwa punya keahlian lain,” jelas Burhanuddin.


Fokus program

Dalam debat nanti, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie meminta pasangan capres-cawapres serta ­relawan diminta fokus pada ­program sendiri dan tidak me­ngomentari paslon lain, khususnya menjelang debat pertama pada 17 Januari 2018.

“Tiap-tiap relawan dan pasangan calon kalau bisa tidak usah memikirkan calon lain. Jangan keluar satu patah kata pun yang menilai orang lain,” ujarnya.

Menurutnya, saat membicarakan tentang kubu lain, tidak mungkin kubu itu tidak tergoda berbicara negatif dan bertujuan menjatuhkan. Apabila pasangan calon presiden dan wakil presiden menilai satu sama lain, terlebih penilaian yang diberikan negatif, dikhawatirkan relawan hingga ke bawah akan mengikuti hal itu.

Terkait dengan polemik yang muncul dari dua kubu menjelang debat pertama, sebaiknya kedua kubu menerima hal-hal yang sudah diatur dan disepakati mereka dan pihak KPU.

Sebelumnya, kedua tim sukses sepakat menertibkan tim pemenangan internal masing-masing soal polemik isu-isu yang berkaitan dengan debat capres.

Hal-hal yang akan ditertibkan timses masing-masing antara lain tiga polemik terkait dengan debat capres, yakni soal keputusan KPU memberikan kisi-kisi pertanyaan dari panelis, keputusan KPU tidak memfasilitasi penyampaian visi-misi, serta berkurangnya jumlah panelis. (Ant/medcom.id/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya