Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

The Power of Positive Thinking Buat Jokowi-Amin Unggul

Micom
09/1/2019 09:43
The Power of Positive Thinking Buat Jokowi-Amin Unggul
(MI/ADAM DWI)

BURHANUDDIN Muhtadi dari lembaga survei Indikator Politik Indonesia, mengungkapkan, dalam survei terakhir, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih dukungan sebanyak 54,9%. Adapun pasangan Prabowo-Sandiaga Uno meraih dukungan 34,8% dan undecided voters sebanyak 9,2%

Berdasarkan hasil survei lembaga ternama yang diakui kredibilitasnya tersebut, sekretaris tim kampanye Paslon 01, Hasto Kristiyanto, menegaskan agar seluruh jajaran tim kampanye dan Parpol KIK terus bekerja keras dan tidak cepat puas diri.

“Hal positif dari survei tersebut semakin memperkuat dalil pokok strategi kami bahwa rakyat menghargai pemikiran dan tindakan positif. Rakyat lebih mengapresiasi politik santun dan rakyat berpikir kritis serta jernih, dan tidak terpengaruh hoax. Dengan demikian the power of positive thinking-lah yang menjadi keunggulan Paslon Jokowi-KH Ma’ruf Amin,” tegas Hasto

Baca juga: Jokowi-Amin Berkomitmen Hindari Isu SARA dalam Debat

Dengan kesimpulan hasil survei tersebut, Hasto semakin percaya bahwa dukungan terhadap Jokowi-KH Marif Amin merupakan buah kerja politik positif; kerja politik untuk bangsa dan negara.

“Terbukti bahwa hoaks dan fitnah hanya berdampak pada peningkatan militansi parpol dan tim kampanye masing-masing, tetapi tidak memiliki dampak elektoral yang signifikan. Rakyat juga menilai bahwa Pak Jokowi-KH Maruf Amin yang menjadi korban fitnah. Jadi pertanyaan yang sering saya ajukan ke rakyat, mau memilih yang baik atau yang buruk, mau memilih yang putih atau hitam, mau memilih yang nasionalis agamis sebagai satu kesatuan, menjadi sangat relevan, dan telah dijawab oleh rakyat dengan elektoral Pak Jokowi yang jauh di atas Pak Prabowo,” ungkapnya.

Atas temuan hasil survei tersebut, Hasto percaya bahwa komitmen Jokowi untuk hijrah dari politik hoaks menuju wajah politik yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, kemanusiaan, dan pada saat bersamaan membangun harapan yang berkemajuan, menjadi semakin relevan.

"Selamat tinggal politik hoax dan fitnah, berpolitiklah dengan cara-cara yang mencerahkan," pungkasnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya