Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Irfan Pulungan, meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegur ka-dernya, Andi Arief, jika terbukti telah menyebarkan hoaks.
Sebelumnya, anggota TKN Hendra Setiawan telah melaporkan Andi Arief yang saat ini berstatus Wakil Sekjen Partai Demokrat ke Bareskrim Mabes Polri atas cicitan hoaks di media sosial Twitter soal adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Saya meminta Pak SBY dapat menegur dengan keras ka-dernya karena telah menyebarkan hoaks," ujar Irvan saat mendampingi Hendra yang diperiksa sebagai pelapor di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, kemarin.
Irfan pun menegaskan teguran itu harus dilakukan untuk membersihkan nama Jokowi-Ma'ruf Amin yang tercemar akibat hoaks.
"Jangan sampai yang bersangkutan malah dijadikan pahlawan demokrasi karena menyebarkan informasi kepada publik karena informasi yang diberikan itu semuanya bohong," tegasnya.
Sementara itu, dalam pemeriksaan kemarin, pelapor Hendra Setiawan mengungkapkan dirinya dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik.
Pertanyaan tersebut terkait dengan indikasi kerugian politik yang diderita pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Hendra juga meminta penyi-dik memeriksa keaslian cicitan yang dilakukan akun Andi Arief.
"Ada 20 pertanyaan seputar kerugian yang diderita pasangan yang kami dukung. Kami menegaskan hoaks itu sudah sangat merugikan, sudah menjadi viral, dan sebagian masyarakat sudah percaya, padahal kami tidak melakukan seperti yang dituduhkan oleh akun Twitter itu," tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan Andi Arief dikenal sejak muda sebagai aktivis yang tak gentar menyuarakan kebenaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved