Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tetap unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam survei elektabilitas yang digelar lembaga survei Indikator Politik Indonesia.
Menurut hasil survei tersebut, tingkat elektabilitas Jokowi-Amin mencapai 54,9% dan elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 34,8%.
Dengan hasil tersebut, selisih elektabilitas kedua pasangan tersebut terpaut 20% yang merupakan keunggulan telak pasangan Jokowi-Amin.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menuturkan angka tersebut didapat dari pertanyaan 'Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presiden dan wakil presiden di antara pasangan kandidat pilpres?'.
"Selisih 20%-an. Ada yang menyatakan golput 1,1%, sedangkan yang memilih tidak tahu atau tidak menjawab 9,2%," ujar Burhanuddin saat memaparkan hasil survei terkait dengan Pilpres 2019 yang dilakukan pada 16-26 Desember 2018 di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta, kemarin.
Burhanuddin memerinci, dalam rentang tiga bulan terakhir, yakni September-Desember 2018, kedua pasangan mengalami naik-turun secara tren elektabilitas.
Berdasarkan data September, Jokowi-Ma'ruf disebut mencapai 57,7% kemudian menurun pada Oktober hingga 53% dan naik kembali pada Desember di posisi 54,9%.
Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga pada September 32,3% kemudian menurun pada Oktober menjadi sekitar 30% dan naik pada Desember di posisi 34,8%.
Burhanuddin menambahkan, meskipun memiliki keunggulan elektabilitas 54,9%, pasangan Jokowi-Amin belum aman untuk memenangi Pilpres 2019.
"Masih tingginya swing voters, pemilih yang masih dapat mengubah pilihannya, mencapai 25%, maka masih ada peluang pasangan Prabowo-Sandi untuk memenangi Pemilu 2019," kata Burhanuddin.
Gagasan
Saat menanggapi hasil survei, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin mengaku tidak ingin jemawa.
TKN menyatakan tetap akan bekerja mengampanyekan Jokowi-Amin dengan gagasan. Dengan gaya kampanye menyampaikan narasi positif, elektabilitas Jokowi-Amin diharapkan semakin meningkat.
"Apa yang disajikan, kami kembali memperkuat strategi komunikasi politik yang disampaikan oleh Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf, kami berbincang hal-hal positif saja," kata Sekretaris TKN Jokowi-Amin, Hasto Kristiyanto, kemarin.
Dengan hasil itu, ia tambah percaya dan kian militan untuk memenangkan pasangan Jokowi-Amin. Langkah berikutnya, tambah Hasto, tim akan tetap merangkul semua pihak dan bekerja untuk tidak menggunakan hoaks sebagai materi kampanye.
Di tempat terpisah, jubir Badan Pemenangan Nasional Tim Kampanye Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera, menilai elektabilitas kedua pasangan masih bisa berubah karena masih ada waktu tiga bulan sebelum pilpres. Ia mengklaim selisih elektabilitas antara Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi 11%.
"Di internal kami, 11%. PKS punya survei, tapi belum diumumin," ujar Mardani. (Mal/Ant/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved