Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa persatuan bangsa harus menjadi landasan penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "NKRI sudah final, menjadi pilar negara bersama Pancasila dan UUD 1945," tegasnya dalam pidato pada acara Istighosah dan Doa Bersama memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-46 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta, Minggu (6/1) malam.
Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Majelis Syuriah PPP KH Maimoen Zubair, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta jajaran pengurus DPP PPP.
Menurut Amin, Pancasila dan UUD 1945 merupakan pedoman bagi warga negara dalam menjalankan kehidupan bernegara maupun kehidupan bermasyarakat. "Para pendiri bangsa dan ulama telah merumuskannya, mengompromikannya antara keislaman dan kebangsaan adalah sejalan," katanya.
Mustasyar Nahdlatul Ulama itu menilai Pancasila bagi umat Islam merupakan pedoman kebangsaan yang bertauhid. Sementara itu bagi kaum nasionalis, Pancasila merupakan kebangsaan yang religius. "Hal itu adalah kesepakatan sesama saudara sebangsa dan setanah air. Maka NKRI dianggap sudah final. Karena sudah berhasil menjadi kesepakatan," jelas Kiai Ma'ruf Amin.
Karena itu, mantan Rais Aam PBNU itu meminta kader PPP terus berjuang menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, meski menggunakan sistem republik, turunan aturannya sangat mendukung umat Islam hidup sesuai akidahnya. "Negara tidak menutupnya. Ada UU nikah, wakaf, haji, perbankan syariah, surat berharga syariah negara. Bahwasanya perjuangan kita harus dalam bingkai NKRI. Ini saya kira yang sudah kita sepakati dan kita jaga sampai kapan pun," tandasnya.
Dalam menanggapi tausiah kiai karismatik asal Jawa Tengah, Maimoen Zubair (Mbah Moen), yang menyiratkan mendukung pasangan 01, Amin menilai dukungan tersebut sangat berarti. "Artinya, menegaskan bahwa Pak Jokowi dan saya didukung ulama, termasuk Kiai Maimoen Zubair. Itu penting saya kira," katanya.
Bagi Ma'ruf, tausyiah Mbah Moen tersebut semakin memberikan semangat menghadapi Pilpres 2019. Mbah Moen merupakan ulama sepuh yang memiliki sangat banyak murid. Pernyataan Ketua Majelis Syuriah PPP itu merupakan legitimasi pasangan petahana didukung ulama sebenarnya.
Tiga besar
Partai Persatuan Pembangunan menargetkan dapat meraih posisi tiga besar perolehan kursi parlemen pada Pemilu Legislatif 2019 yang akan diselenggarakan 17 April 2019. "Itu artinya, perolehan suara PPP harus naik. Pada Pemilu Legislatif 2014, PPP meraih 8,157 juta suara dari target 12 juta suara. Pada Pemilu 2019, PPP menargetkan 15 juta suara," kata Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy pada kesempatan yang sama.
Menurut politikus yang akrab disapa Romi, itu dengan target perolehan suara tersebut, kursi PPP di DPR RI juga harus meningkat dari 39 menjadi 67, untuk menjadikan PPP berada pada posisi tiga besar. "Menjadikan PPP sebagai tiga besar perolehan kursi parlemen bukanlah impian, karena pada Pemilu 1999 dan 2004, PPP menduduki urutan ketiga dalam perolehan kursi secara nasional," paparnya. (Ant/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved