Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR bohong atau hoaks kian kencang menerpa masyarakat. Teranyar, ialah hoaks mengenai adanya tujuh kontainer surat suara pemilu yang telah dicoblos. Masyarakat diminta kritis agar tidak mudah termakan isu-isu liar yang belum tentu dapat dipastikan kebenarannya.
"Perlu sikap kuat dari publik untuk bisa melakukan pengendalian diri, mencerna informasi sebelum percaya dan menyebar informasi. Rutinlah menggunakan sumber informasi yang kredibel," kata Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (7/1).
Baca Juga: Polisi Fokus Tangkap Kreator dan Buzzer Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos
Menurutnya, hoaks mengenai tujuk kontainer surat suara yang kini tengah diproses kepolisian merupakan bagian dari permulaan untuk membuka jalan bagi hoaks-hoaks politik berikutnya. Salah satu sasaran hoaks politik yang gencar beredar saat ini, lanjutnya, ialah upaya mendelegitimasi proses pemilu.
"Ketika penyelenggaraan pemilu dinilai tidak kredibel, itu menjadi jalan untuk mendiskreditkan hasil pemilu. Tipe ini pernah kita lihat ketika Pilpres 2014. Ini bisa berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan kepada pemerintahan yang baru kelak," jelasnya.
Masyarakat, imbuh dia, harus memahami bahwa kegaduhan akibat hoaks politik akan mengancam kualitas pesta demokrasi yang akan digelar April mendatang. Hoaks juga berpotensi memperkeruh perselisihan di masyarakat.
"Yang lebih buruk dampaknya ialah ketika permusuhan dan pertengkaran tidak mereda bahkan bisa menguat," kata Septiaji. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved