Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI macam narasi kebohongan atau hoaks terus dilontarkan oleh kubu Calon Presiden Prabowo Subianto sepanjang 2018 lalu. Salah satu narasi hoaks Prabowo menurut juru bicara Partai Solidaritas Indonesia Dedek Prayudi ilalah soal ketimpangan.
"Saya pernah mengutarakan bahwa ada delapan kebohongan yang diproduksi kubu Prabowo - Sandi pada 2018. Ketimpangan adalah salah satu narasi yang pernah dibungkus dengan kebohongan oleh pak Prabowo sendiri," kata pria yang juga sebagai influencer dlaam Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin itu dalam keterangan tertulisnya.
Pada 25 Juni 2018, Prabowo mengklaim ketimpangan berada pada level rasio Gini 45. Hal ini diungkapkannya di Rumah Dinas Ketua MPR Zulkifli Hasan.
Rasio gini adalah indikator pengukur ketimpangan ekonomi, dimana 0 berarti tidak ada ketimpangan, dan 100 berarti paling timpang
"Kami lagi-lagi mencatat bahwa apa yang disampaikan oleh pak Prabowo merupakan informasi sesat yang kami kategorikan sebagai hoaks. Pelurusan hoaks ini merupakan koreksi atas narasi politik pak Prabowo demi edukasi politik publik," ujar Dedek.
Baca juga : Ketua DPR: Waspadai Manuver Politik dengan Modus Hoaks
TKN mencatat ketimpangan justru turun di era Presiden Jokowi dari 41 pada 2014 menjadi 38 pada 2018, bukan 45 seperti yang dikatakan oleh Prabowo. Kenaikan ketimpangan justru tajam terjadi di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari 33 pada 2004 menjadi 41 pada 2014.
"Mengkritik ketimpangan lebih tepat dialamatkan kepada pak SBY yang mewariskan ketimpangan dengan peningkatan tajam setiap tahun. Ketimpangan di era pak Jokowi yang terus menurun justru kini mencapai titik terendah dalam 7 tahun terakhir. Data kami himpun dari lembaga-lembaga kredibel seperti BPS, Bank Dunia dan PBB," tegas Dedek. (RO/OL-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved