Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Jokowi-Ma'ruf Ingin Tunjukan Originalitas dan Egaliter

Nurjiyanto
04/1/2019 20:23
Jokowi-Ma'ruf Ingin Tunjukan Originalitas dan Egaliter
(MI/M. Irfan)

TAHAP validasi surat suara untuk Pilpres 2019 telah disepakati oleh kedua kandidat tim paslon peserta Pilpres. Dari hasil validasi tersebut nampak pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin memilih mengenakan baju serba putih serta peci hitam pada foto yang nantinya akan dicetak di surat suara Pilpres.

Menanggapi hal tersebut Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf Aria Bima menuturkan pemilihan pakaian tersebut dilakukan untuk dapat menunjukkan citra sebagai capres yang original lahir dari rakyat biasa namun memiliki pandangan yang visioner.

"Saya meelihat baju keduanya menampakan originalitas. Beliau tak hanya sebagai seorang pemimpin atau capres, tetapi juga sebagai rakyat yang biasa dengan ekspresi baju yang gunakan. Tapi cerminan wajah keduanya ini mencerminkan visi pemimpin visioner," ungkapnya saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (4/1).

Aria menuturkan pemilihan pakaian serba putih juga menggambarkan adanya egaliter antara pemimpin dan rakyat. Ia menuturkan saat ini sosok pemimpin dilihat bukan dari perbedaan pakaian yang digunakan melainkan dari sikap dan kinerja yang dapat dicontoh.

Selain itu, dalam keseharian kedua paslon ini familiar meenggunakan pakaian berwarna putih. Sehingga sisi orginalitas keduanya dianggap sudah familiar dilihat oleh masyarakat saat melakukan pemungutan suara.

"Bagaimana pemimpin itu harus berpikir bersama rakyatnya yang visioner tapi partisipatif dan saya melihat baju keduanya menampakkan originalitas. Beliau tak hanya sebagai seorang pemimpin atau capres, tetapi juga sebagai rakyat yang biasa dengan ekspresi baju yang digunakan," ujarnya.

Sedangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memilih mengenakan jas hitam, dasi merah serta dilengkapi dengan peci hitam pada foto yang nantinya akan dicetak di surat suara Pilpres.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Priyo Budi Santoso menuturkan pemilihan pakaian tersebut dilakukan untuk dapat menunjukkan citra kepemimpinan serta kewibawaan kedua paslon tersebut.

Selain itu penggunaan atribut peci hitam dianggapnya merupakan bentuk penggambaran bahwa kedua paslon merepresentasikan kombinasi antara nasionalisme serta Islam.

"Sudah lengkap dan (Prabowo-Sandi) merupakan representasi yang mewakili nasionalisme ke-Islaman karena pake kopiah dan haji. Tetapi juga kewibawaan dan kepemimpinan karena pake jas," ujarnya saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (4/1). (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya