Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ikatan Pilot Indonesia Tegaskan Netral di Pemilu 2019

Antara
02/1/2019 13:40
Ikatan Pilot Indonesia Tegaskan Netral di Pemilu 2019
(Ilustrasi)

KETUA Umum Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Rama Noya menegaskan organisasinya netral di Pemilu 2019. Pernyataan itu mengklarifikasi beredarnya video dukungan pilot terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"IPI merupakan organisasi profesi pilot yang profesional dan tidak terlibat dalam politik praktis," kata Rama Noya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (2/1).

Dia mengatakan IPI tidak terlibat dalam acara dukung mendukung capres-cawapres saat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Rama menjelaskan IPI netral dan independen dalam Pemilu 2019 sehingga menyerahkan hak politik anggota kepada pribadi masing-masing sehingga organisasi tidak mencampuri urusan hak politik pribadi.

"Pilot Indonesia dalam video yang beredar tersebut bukan Ikatan Pilot Indonesia dan tidak mewakili pilot Indonesia secara keseluruhan," ujarnya.

Baca juga: Popularitas Jokowi kian Melambung

Dia menegaskan pernyataan itu merupakan upaya preventif organisasinya agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat dan meluruskan bahwa IPI merupakan organisasi profesional dan netral.

Ketua 1 IPI Ari Sapari mengatakan dalam video dukungan pilot yang beredar, tidak menunjukkan kekhususan membawa nama organisasi IPI namun ada beberapa pilot yang menyatakan dukungan sehingga itu adalah hak personal mereka.

Menurut dia, sejauh tidak ada rekayasa foto dan video yang mengatasnamakan personal atau organisasi maka tidak ada tindakan jalur hukum.

"IPI sebagai organisasi profesi strategis menilai kesatuan dan persatuan bangsa harus tetap terjaga. IPI netral dan mendukung penuh pelaksanaan Pemilu 2019," katanya.

Sebelumnya, beredar video yang mengatasnamakan penerbang pilot Indonesiamenghadiri pertemuan dengan calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto.

Dalam video tersebut, orang-orang yang mengatasnamakan pilot Indonesia itu menerimakan "Prabowo presiden". (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya