Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Benarkan Foto Keakraban di Pesawat, Luhut Akui Dekat dengan Setnov

Desi Angriani
04/12/2015 00:00
Benarkan Foto Keakraban di Pesawat, Luhut Akui Dekat dengan Setnov
(ANTARA/Andika Wahyu)
Foto antara Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan bersama Ketua DPR Setya Novanto di dalam kabin sebuah pesawat beredar luas di media sosial. Luhut membenarkan keaslian foto tersebut.

"Itu di pesawat TNI AU, waktu itu mau lihat kebakaran lahan," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (3/12).

Luhut menjelaskan, dirinya memang duduk tepat disamping Setnov. Tak hanya berdua, dia mengaku didampingi mentri lainnya. Namun, Luhut enggan membeberkan perbincangan keduanya di dalam pesawat tersebut.

"Masak aku duduk sama bu menteri, kamu yang bener saja," kilahnya.

Kader Golkar berdarah batak ini tak menampik bahwa dirinya memiliki kedekatan dengan pria yang diduga mencatut nama Presiden Jokowi dalam perpanjangan kontrak Freeport tersebut. Dia mengaku kerap bertemu Setnov dan petinggi Koalisi Merah Putih (KMP) lainnya.

"Mereka teman-teman saya juga. Tidak ada hubungan saya ketemu dengan Ical dan Prabowo soal itu. Tapi saya sering ketemu Setya Novanto, Fahri juga. Kalau ketemu mereka selalu komunikasi," beber dia.

Namun demikian, dia membantah kedekatan dan pertemuan tersebut membicarakan soal bisnis. Apalagi soal perpanjangan kontrak perusahaan asal Amerika Serikat itu.

"Engga ada urusan bisnis semenjak saja menjadi Kepala Staf Kepresidenan. Sampai sekarang saya sudah enggak ikut bisnis," pungkas dia.

Transkrip pembicaraan Novanto, pengusaha M Riza Chalid, Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang menyeret-nyeret Luhut sempat dibuka secara eksklusif di acara Mata Najwa Metro TV, Rabu 18 November.

Novanto mengakui pernah bertemu Riza dan Maroef. Namun dirinya mengaku dijebak. Dizalimi. Uniknya, Luhut yang namanya berkali-kali disebut, tak bereaksi sama sekali. Dia tenang-tenang saja dan merasa tak dirugikan sama sekali namanya `dijual`.

Mantan menteri era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini membantah terlibat dalam penawaran jasa perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia, seperti tertuang dalam transkrip. Pria yang mengaku keluar dari Partai Golkar jelang Pilpres 2014 kemarin itu tak akan mengajukan langkah hukum.

"Saya tidak merasa tercemar. Biasa-biasa saja menurut saya. Kami tidak ada waktu melakukan langkah hukum," ujar Luhut di kantor Menkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis 19 November 2015.

Luhut menegaskan, Luhut tidak punya kepentingan apa pun terhadap perusahaan pertambangan asal Amerika Serikat tersebut. Dia berujar, sudah berjanji menjaga profesionalitas sebagai seorang pejabat negara.

"Saya tidak ada bisnis satu peser pun dengan siapa pun. Itu janji saya dengan diri saya dan istri saya. Selama saya jadi pejabat negara, saya tidak akan melacurkan profesionalitas saya," tutur dia. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya