Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pemerintah Berhati-hati Respon Ancaman ISIS

Achmad Zulfikar Fazli
03/12/2015 00:00
Pemerintah Berhati-hati Respon Ancaman ISIS
(ANTARA/Zainuddin MN)
Pemerintah akan berhati-hati dalam merespon ancaman yang telah digaungkan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Indonesia menghindari terjadinya bentrokan fisik dalam mengatasi ancaman tersebut.

"Ya kita amatin terus (ancaman ISIS), kita sangat hati-hati mensikapi ancaman ini," kata Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (2/12).

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menambahkan Indonesia akan mengedepankan pendekatan soft approach yakni pendekatan agama dan pendekatan kebudayaan dalam menangani ancaman ISIS.

"Kita tidak mau seperti negara-negara barat yang melakukan pendekatan kekerasan. Kekerasan itu adalah pilihan terakhir untuk kita," tegas dia.

Ia pun mengakui sejauh ini sudah ada ancaman-ancaman nyata yang diberikan ISIS melalui informasi yang diberikan orang terpercaya di negara ini. Namun, Luhut enggan menyebutkan lokasi yang dincar pasukan radikalisme tersebut.

Alasan ISIS mengacam Indonesia, menurut Luhut karena mereka ingin mencoba merusak perdamaian yang terjadi di Indonesia. Sehingga, kondisi tidak stabil seperti yang terjadi di Irak, Yaman dan Suriah juga akan terjadi di Indonesia.

"Misalnya mereka ingin narget, misalnya komunitas syiah. Jadi mereka mau narget mau lihat seperti kejadian di Irak maupun di Suriah maupun di Yaman. Dan, kita tidak mau seperti itu. Kita semua ingin Indonesia itu negara yang hidup penuh perdamaian," jelas dia.

Terkait antisipasinya, Luhut mengatakan sejumlah aparat telah dikerahkan, seperti TNI, Polri dan BIN. Ia pun berharap pemerintah dapat menyelesaikan ancaman ISIS dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

"Kami sudah bekerja, polisi sudah bekerja, BIN semua sudah bekerja. Jadi doakan saja buat kita semua bisa mengantisipasi semua," pungkas pria lulusan Akademi Militer (Akmil) 1970. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya