Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

PDI Perjuangan Sedih dan Geram, Gelap Ambisi Kekuasaan, Ulama Saja di Fitnah

Micom
28/12/2018 10:50
PDI Perjuangan Sedih dan Geram, Gelap Ambisi Kekuasaan, Ulama Saja di Fitnah
(Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (kanan) -- MI/MOHAMAD IRFAN )

SEKJEN PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengaku PDI Perjuangan sangat sedih dan geram atas berbagai bentuk ambisi kekuasaan yang membuat pikiran gelap dan mata hati tertutup rapat, sehingga hilanglah perasaan welas asih sampai sosok ulama seperti KH Ma’ruf Amin pun difitnah. 

“Jangan hanya gara-gara pemilu lalu berubah peradaban kita sehingga sosok ulama yang dihormati pun difitnah. Fitnah adalah tindakan keji, membunuh nilai kemanusiaan dan cermin merosotnya peradaban politik kita”, ujar Hasto menanggapi hoaks yang menimpa KH Ma’ruf Amin, Jumat (28/12).

Menurutnya, pendidikan budi pekerti dan etika sebagai bangsa berkebudayaan yang menempatkan nilai etika dan moral keagamaan serta kebenaran yang hakiki. Hal itu seharusnya menjadi benteng keadaban politik kita. 

"Masak sosok seperti KH Maruf Amin yang telah dipilih Presiden Jokowi sebagai cawapres juga difitnah. Ini bukan kebetulan. Pasti ada kekuatan yang tidak senang melihat kekompakkan nasionalis dan agamis; agamis dan nasionalis, di mana keduanya tidak terpisahkan bagaikan satu keping mata uang yang ikut bergotong royong membentuk Indonesia Raya,” ulasnya.

Baca juga: Buruh Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Meskipun demikian, kata Hasto, PDI percaya pada kekuatan hati nurani rakyat Indonesia. 

“Beruntunglah Indonesia, masyarakat Indonesia masih melihat rekam jejak dan hal-hal baik di dalam memilih presiden dan wakil presidennya. Rakyat tidak suka dengan berbagai bentuk fitnah. Kegagalan Proyek Obor Rakyat yang beredar masih pada pilpres 2014 dan terbongkarnya kasus Ratna Sarumpaet tidak boleh terjadi lagi,” tambahnya.

Memasuki akhir tahun 2018 ini, lanjut Hasto, Tim Kampanye Jokowi-KH Maruf Amin tetap setia pada komitmen awal untuk menjadikan Pemilu sebagai kontestasi gagasan atas dasar rekam jejak, rekam prestasi, dan program calon. 

“Jadi mau pilih pemimpin dengan rekam jejak yang baik atau buruk?“ tanyanya. (RO/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya