Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo menilai, narasi pesimisme yang disampaikan calon presiden Prabowo Subianto wajar dilakukan sebagai penantang calon petahana di Pilpres 2019.
Pun demikian, ia menilai rakyat Indonesia khususnya mereka yang memiliki hak suara di Pemilu 2019 adalah orang-orang yang mayoritas masuk kategori kelompok rasional.
Menurutnya, masyarakat rasional cenderung akan mencari data dan fakta terhadap apa yang disampaikan oleh kedua pasangan Capres-Cawapres.
“Meskipun sebagian masyarakat dapat dipengaruhi dengan propaganda-propaganda tanpa data yang valid, tapi tidak kalah banyaknya masyarakat yang coba konfirmasi apakah betul apa yang disampaikan oleh Prabowo,” kata Karyono di acara diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (27/12).
Sebut saja, kata Karyono soal angka kemiskinan yang selalu dijadikan narasi di setiap pidatonya. Terkahir, Prabowo menyebut rakyat Indonesia tergolong pada kelompok miskin setara dengan negara-negara yang ada di Afrika.
“Startegi propaganda yang tidak didukung data dan tidak valid itu tidak efektif. Meskipin masih ada yang berpengaruh. Tapi saya meyakini masih banyak pemilih yang tabayun, mengkonfirmasi apa yang disampaikan,” jelasnya.
Padahal, kata Karyono, bisa saja Prabowo dan tim sebenarnya menyadari situasi di Indonesia tidak separah yang mereka ungkapkan.
"Jangan-jangan Prabowo pun tahu Indonesia memiliki masa depan yang baik. Tetapi karena situasi politik, maka narasi yang mereka bangun adalah narasi pesimisme," kata Karyono
Narasi pesimisme yang juga disorot Karyono yakni pernyataan Prabowo soal Indonesia akan punah jika dirinya kalah. Menurutnya, narasi pesimisme ini bertujuan untuk menjual kegagalan lawan politik.
"Untuk penantang, mereka jual kegagalan pemerintah. Narasi yang dibangun selalu soal kegagalan-kegagalan. Bagi penantang wajar juga mencoba menegasikan keberhasilan lawan politik ya," jelasnya.
Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut Indonesia saat ini setingkat dengan negara miskin di Afrika. Ia menyebut dua negara yakni Rwanda dan Haiti. Padahal Haiti terletak di benua Amerika, bukan di Afrika. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved