Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SIKAP reaktif Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin terhadap isu yang dilempar kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa menjadi blunder. Sikap itu pun menjadi salah satu kelemahan pada masa kampanye Pemilihan Presiden (pilpres) 2019.
“Diantara kelemahan tim kampanye Jokowi-Ma’ruf adalah sikap reaksionalnya,” kata pengamat politik dari Exposit Strategic Politica, Arif Susanto dalam sebuah diskusi di Jalan Pakubuwono, Kebayoran, Jakarta, Kamis (27/12)
Arif mencontohkan, kekalahan Hillary Clinton terhadap Donald Trump dalam pemilu di Amerika Serikat sebenarnya bisa menjadi pelajaran bagi TKN Jokowi-Amin.
Saat itu, tidak ada yang meragukan kredibilitas Hillary sebagai calon presiden. Hal ini berbanding terbalik dengan Donald Trump yang dinilai baru dalam dunia politik dan tidak pernah memiliki jabatan di pemerintahan
Namun, pada akhirnya, Trump memenangkan pemilu dan mengalahkan Hillary. "Donald Trump berhasil membuat Hillary menari di genderangnya," ujar Arif
Ia menilai, kondisi itu hampir sama terjadi pada Pilpres 2019 di Indonesia. Kubu Prabowo-Sandiaga begitu gencar menyerang pemerintahan Jokowi dengan berbagai isu. Gayung bersambut, TKN Jokowi-Amin juga menanggapi dengan sama masifnya.
Arif menilai, menanggapi isu yang dilakukan TKN Jokowi-Amin hal yang wajar. Namun, bahaya jika hal itu membuat tim kehilangan fokus.
"Counter attack memang harus dilakukan. Tetapi tidak membuat tim kampanye kehilangan fokus," ujar Arif
Arif mengingatkan, ada hal lain yang lebih penting untuk dikerjakan yaitu menarik dukungan para swing voters. Generasi muda, pelajar, pemilih baru, dan masyarakat menengah ke atas merupakan segmen swing voters yang harus diperlakukan serius untuk kemenangan pada Pilpres 2019. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved