Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Sekjen PDIP: Gugatan Tim Prabowo Melalui Bawaslu Saya Terima, Saya Taat Hukum dan Siap Diperiksa

Micom
27/12/2018 10:09
Sekjen PDIP: Gugatan Tim Prabowo Melalui Bawaslu Saya Terima, Saya Taat Hukum dan Siap Diperiksa
(MI/MOHAMAD IRFAN)

SEKJEN PDI Perjuangan yang juga Sekretaris Tim Kampanye Paslon 01, Hasto Kristiyanto, menyatakan dirinya taat hukum dan siap diperiksa atas pernyataannya yang digugat oleh Tim Prabowo ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hasto menyatakan, gugatan Timses Prabowo atas materi muatan yang disampaikan pada saat safari politik di Banten ia terima. Sebagai warga negara yang taat hukum, ia siap memenuhi undangan Bawaslu. 

“Apa yang saya sampaikan berdasarkan hal-hal yang faktual, bahwa sejak tahun 2014, dari berbagai pengakuan Pihak Terpercaya, Obor Rakyat yang penuh fitnah kepada Pak Jokowi dilakukan oleh Timses Pak Prabowo," ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/12). 

Demikian halnya pada pilpres 2019, dengan apa yang terjadi kasus Ratna Sarumpaet yang mencoreng keadaban politik kita; juga terkait serangan masif berisi fitnah dan ujaran kebencian yang ditujukan kepada Pak Jokowi-KH Maruf Amin.

"Publik juga mencatat terkait penggunaan isu-isu yang sensitif sepertinya kepemimpinan Pak Jokowi-KH Maruf Amin itu tidak Islami, semua mengarah pada dikotomi memfitnah dan difitnah. Saya siap buktikan, dan gugatan yang dilakukan tersebut justru menjadi momentum untuk mengedepankan politik yang membangun peradaban,” papar Hasto.

Ia menekankan bahwa hasil kajian dari organisasi independen, kelompok Pro Demokrasi, dan kelompok Antihoax, semua berkesimpulan bahwa Jokowi-KH Maruf Amin menjadi sasaran hoaks terbesar dibandingkan pasangan Prabowo-Sandi. 

“Jadi apa yang saya sampaikan adalah kebenaran dalam politik yang bisa dibuktikan secara faktual maupun bukti material yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum. Apa yang saya sampaikan adalah dambaan suara demokrasi Indonesia yang seharusnya penuh dengan hikmat kebijaksanaan," ujar Hasto penuh semangat.

Dengan pihak TimSes Prabowo tersebut justru mengugatnya, menurut Hasto mata hatinya tersentuh. 

“Baru ketika hal tersebut menjadi judul, antara pilih yang memfitnah atau difitnah, secercah cahaya itu muncul, dan mereka merasakan apa yang dibalik ucapan saya. Jadi berhentilah fitnah Pak Jokowi dan KH Maruf Amin. Itu pesan utama saya!! Betapa tidak enaknya difitnah. Alhamdulillah, Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin tetap tersenyum dan tetap kerja meski banyak difitnah,” kata Hasto. 

 

Baca juga: Pendiri PAN Minta Amien Rais Mundur

 

Lebih lanjut Hasto yang sekaligus sebagai Sekretaris Tim Kampanye Paslon 01 tsb menegaskan bahwa dengan adanya gugatan itu, pernyataannya tepat sasaran, menyentuh nurani dan proses selanjutnya melalui proses di Bawaslu.

"Saya yakini, akan semakin besar arus positif agar kampanye benar-benar sesuai tradisi politik Indonesia yang santun, penuh toleransi, dan berkeadaban, bukan sebaliknya memfitnah dan merusak," tambahnya.

Ia juga mengatakan bagwa gugatan Timses Prabowo tersebut akan ia jawab dengan baik melalui alam pikir yang jernih. 

"Karena momentumnya telah tiba, bahwa suara diam masyarakat Indonesia yang mencintai kebenaran dan budi pekerti dalam politik adalah suara terbesar rakyat," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya