Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan selama tiga bulan masa kampanye yang sudah lewat, calon Presiden dan Wakil Presiden yang maju belum sampai pada penyampaian visi misi atau program tetapi lebih pada hal-hal yang sifatnya 'gimmick', saling serang bahkan sampai ke hal-hal yang sifatnya pribadi.
"Maka itu saya ajak Pak Prabowo mulai Januari hingga April akan fokus utamanya untuk menjelaskan kepada rakyat yang akan memilih siapa presiden dan wakil presiden yang diyakini bisa memimpin Indonesia lebih baik lagi. Jadi yang akan disampaikan lebih pada visi misi serta paparan dan program untuk memenuhi harapan rakyat," kata SBY usai melaksanakan pertemuan dengan Prabowo di kediamannya, Kuningan, Jakarta, Jumat (21/12).
Ia menambahkan, pihaknya sudah sepakat, kampanye Prabowo akan akan lebih fokus pada solusi atau jawaban kebutuhan rakyat.
"Kalau saya amati tiga bulan yang baru kita lewati dalam konteks pilihan presiden tak banyak ruang rakyat mendengarkan apa yang diinginkan. Pun mungkin jarang diliput media. Bisa saja yang diliput hanya saling serang. Tentu ini bertentangan dengan apa yang ditunggu rakyat. Indonesia ke depan mau diapakan. Kami sekapat tadi akan lebih fokus kesana," pungkas SBY.
Seperti diberitakan, Prabowo dan SBY kembali menggelar pertemuan yang sifatnya rutin di kediaman SBY pada Jumat (21/12). Pertemuan ini sebagai bagian dari konsolidasi lanhutan hntuk oemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 yang juga didukung oleh Partai Demokrat.
Hadir dalam pertemuan ini para petinggi kedua partai antara lain Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono, Ketua BPN Prabowo-Sandi Djoko Santoso. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved