Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Tudingan Kriminalisasi Ulama, TKN Sebut itu Bentuk Kedunguan

Akmal Fauzi
20/12/2018 19:55
Tudingan Kriminalisasi Ulama, TKN Sebut itu Bentuk Kedunguan
(ANTARA)

WAKIL Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokow)-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon soal penahanan Bahar bin Smith yang dinilai merupakan bentuk kriminalisasi ulama.

“Orang yang menyatakan pak Jokowi kriminalisasi ulama itu hoaks dan fitnah. Sudah gila apa kalau kasus seperti habib Bahar disebut kriminalisasi ulama. Saya kira ini dalam tingkat ‘kedunguan’ luar biasa,” kata Karding saat dihubungi, Kamis (20/12).

Baca juga: Ma'ruf Amin: Penahanan Bahar Smith Bukan Kriminalisasi Ulama

Ia mempertanyakan bukti kriminalisasi ulama yang selalu dituduhkan kepada Jokowi. Menurutnya, kasus dugaan penganiyaan Bahar merupakan hal yang sudah sewajarnya diproses pidana.

“Kalau ada seorang yang disebut tokoh agama atau ulama ditangkap polisi karena dia salah, karena dia melakukan tindakan pidana, misalnya mukulin anak-anak sampai berdarah, apakah itu kriminalisasi? Nah, ini yang saya kira publik harus kita didik bersama,” tegasnya.

Ia menilai, kepribadian Jokowi bertolak belakang dengan isu kriminalisasi ulama yang kerap diterimanya. Ditambah, lanjut Karding, komunikasi intens yang dibangun Jokowi dengan ulama juga sudah baik.

“Pak Jokowi membangun komunikasi dengan intens dengan para ulama, para kiai di semua organisasi, kemudian pak Jokowi membuat kebijakan yang menguntungkan umat Islam. Menguntungkan santri, pondok pesantren, menguntungkan kelompok muslim,” jelasnya.

Baca juga: Ulama Berkasus Hukum Jangan Disebut Kriminalisasi

Ia mencontohkan, kebijakan selama menjabat sebagai presiden seperti membangun pendidikan pesantren, membangun ekonomi keumatan serta mendorong undang-undang pesantren menjadi cerminan kepedulian Jokowi terhadap ulama dan umat islam.

Maka, kata Karding, tidak heran jika ada dukungan dari berbagai ulama dan kiai, seperti yang dideklarasikan di Madura, agar Jokowi kembali memimpin menjadi presiden bersama Ma’ruf Amin. “Banyak kegiatan yang ujung-ujungnya ingin umat muslim sejahtera,” pungkas Karding. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya