Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo menampik tudingan bahwa sejumlah anggota Bawaslu, termasuk dirinya, bepergian ke sejumlah negara untuk jalan-jalan alias pelesiran. Mereka merupakan bagian Pokja yang ditugasi melakukan sosialisasi pengawasan pemilu terhadap warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.
"Itu enggak bener kami keluarkan (agenda pelesiran ke luar negeri), saya heran dari mana," cetus Ratna Dewi, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (20/12).
Bawaslu, kata Ratna Dewi, membentuk Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwaslu LN) di 43 lokasi mancanegara. Bawaslu harus melakukan langkah-langkah, salah satunyamenyosialisasikan pengawasan pemilu, misalnya bagaimana jika ada pelanggaran pemilu di luar negeri yang tidak ada Panwaslu LN.
"Apakah mereka tahu yang dimaksud pelanggaran itu apa saja perlu kami berikan edukasi, maka itulah yang kami lakukan dan sebenarnya kami mengejar target ingin memastikan seluruh proses pemilu di luar negeri itu bisa terlaksana berdasarkan aturan," kata Ratna Dewi.
Ia menyatakan Bawaslu RI perlu pula berkomunikasi dengan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) agar penyelenggaraan pemilu dapat berjalan dengan jujur dan adil di semua tempat.
Ratna Dewi menjelaskan idealnya setiap ada PPLN ada Panwas LN karena hal tersebut merupakan salah satu objek pengawasan Pemilu. Kendati begitu, kondisi ideal tersebut belum sepenuhnya terwujud.
Ia mengaku bahwa perjalanan Pokja ke sejumlah negara dimulai dari tanggal 13 Desember 2018 dan hanya memakan waktu kurang dari seminggu.
"Pokoknya berangkat tanggal 13/12, sampainya tanggal 14 (di luar negeri). Kemudian, hari jumat, sabtu, minggu kami ke Madrid. Rabu sudah pulang, cuma 6 hari, praktis kegiatan kami hanya 4 hari," ungkapnya.
Kepergian Pokja Bawaslu ke luar negeri, menurut Ratna Dewi, bersama jajaran Kementerian Luar Negeri dan jadwal kepergian mereka dilaporkan ke Sekretariat Negara yang kemudian dikirimkan ke KBRI. Dengan begitu, perjalanan tersebut dilakukan secara transparan.
"Jadi apapun yang kami lakukan di sana ya terekam oleh Kementrian Luar Negeri. Kan setiap perjalanan kami ada perwakilannya, bahkan yang untuk ke Sydney dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Perjalanan ini sangat transparan terbuka," tandasnya.
Dalam jadwal yang beredar anggota Bawaslu berpergian ke Roma, Paris, Den Haag, Vancouver, London, Berlin, Madrid, Cape Town, Pretoria, Sydney, dan Wellington. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved