Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Elektabilitas Prabowo-Sandi Cenderung Turun

Thomas Harming S
20/12/2018 08:00
Elektabilitas Prabowo-Sandi Cenderung Turun
()

ELEKTABILITAS Prabowo Subianto-Sandiaga Uno cenderung turun setelah reuni 212 di Monas, Jakarta. Sebaliknya pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin naik tipis sebesar 1%.

Dalam rilis LSI Denny JA, survei yang digelar pada 5-12 Desember 2018 itu dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang. Margin of error survei ini sebesar 2,8%.

Bila pada November lalu perolehan pasangan nomor urut Jokowi-Amin itu sebesar 53,2%, hasil terbaru elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu meraih 54,2%.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo-Sandiaga mengalami penurunan dari 31,2% menjadi 30,6%. Itu artinya Jokowi-Amin masih unggul dari Prabowo dengan perbedaan di atas 20%.

"Nah setelah reuni apakah berubah, rupanya tidak dan cenderung stagnan," kata Peneliti Senior LSI Denny JA Adji Alfarabi.

Sebaliknya kubu Prabowo-Sandiaga justru mengklaim terus mengalami peningkatan elektabilitas dari survei internal mereka. Sandiaga menyebut perolehan elektabilitas pasangan nomor urut 02 tersebut sudah di atas 40%.

"Hasil survei internal sudah kami ana-lisis. Hasilnya menunjukkan kinerja yang baik. Setiap bulan kita lakukan survei internal, saat ini hasilnya menunjukkan di atas angka 40%," kata Sandi seusai meresmikan rumah juang pemenangan Prabowo-Sandi di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (18/12).

Riset kualitatif

Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD dan analisis media. Survei juga dilakukan dengan indepth interview untuk memperkaya analisis survei.

Simulasi dilakukan dengan pertanyaan 'apakah ibu/bapak pernah mendengar reuni 212'.

Hasilnya, 54,5% menyukai reuni 212. Sementara yang tidak suka 26% dan tidak tahu/tidak jawab 19,5%," demikian hasil survei LSI Denny JA.

Survei dibagi dalam beberapa segmen. Segmen agama, ekonomi, pendidikan, gender, partai, dan ormas Islam. Hasilnya, mayoritas responden menyukai aksi yang pada 2 Desember 2018 itu digelar di Monas, Jakarta Pusat.

Di segmen afiliasi ormas Islam, hampir mayoritas responden yang berafiliasi dengan ormas Islam, menyatakan suka dengan reuni 212.

Rata-rata di atas 50% menyatakan suka dengan reuni 212. Misalnya, di pemilih yang berafiliasi dengan NU, yang menyatakan suka dengan reuni 212 sebesar 59,9%, mereka yang berafialisi dengan PA 212, yang menyatakan suka sebesar 84,2%. Sementara itu pemilih yang berafiliasi dengan Muhammadiyah sebesar 64,7% menyukai reuni 212 dan yang berafiliasi dengan FPI sebesar 84,2% menyukai aksi itu.

Di segmen partai, hampir mayoritas responden yang berafiliasi dengan partai juga menyatakan menyukai reuni 212. Dari 10 partai, hanya 1 partai yang mayoritas tidak menyukai aksi tersebut, yakni PDIP. Adapun parpol lainnya bervariasi tingkat kesukaannya. (P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya