Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ulama Madura Dukung Petahana

MG/Ant/X-10
20/12/2018 07:50
Ulama Madura Dukung Petahana
(AGUS SUPARTO)

KIAI sepuh Bangkalan, KH Muhammad Faishol Anwar, menyematkan sorban di leher calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo sebagai tanda harapan kemenangan sekaligus dukungan. Penyematan sorban dilakukan kepada calon presiden petahana itu seusai pembacaan deklarasi dukungan para ulama Madura untuk Jokowi- Ma'ruf Amin di Gedung Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kemarin.

Ulama Bangkalan yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bangkalan, Abdul Muhaimin Makki, membacakan deklarasi dukungan para ulama untuk pasangan Jokowi- Amin.

"Kami ulama Madura bersama konsorsium kader Gus Dur menyatakan dukungan sepenuhnya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01," kata Muhaimin Makki.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan pemerintahannya saat ini sedang terus mendorong sejumlah kebijakan, terutama Rancangan Undang-Undang Pondok Pesantren yang akan memberikan pengakuan kepada lembaga pendidikan pesantren termasuk payung hukum bagi anggarannya.

Di hadapan ribuan orang yang hadir, Jokowi juga mengklarifi kasi isu-isu yang menerpanya, antara lain soal tuduhan bahwa dirinya PKI, antiulama, antek asing, dan mengkriminalisasi ulama.

Terkait dengan isu kriminalisasi ulama, Jokowi menegaskan kasus yang ada ialah ulama yang tersangkut hukum karena bermasalah, bukan akibat kriminalisasi.

"Misalnya, mohon maaf, kalau ada yang memukuli orang, urusannya dengan polisi, bukan dengan saya. Ya, mesti seperti itu. Masak memukuli sampai berdarah-darah. Saya sih enggak mengerti," kata Jokowi.

Salah satu peserta deklarasi akbar, Badruttamam Syafiie, mengatakan sikap para ulama Madura mendukung pasangan Jokowi-Amin didasarkan pada pertimbangan yang matang.

Selain pertimbangan rasional, para ulama juga sudah melakukan istikharah sebelum menentukan sikap. "Kami tidak serta-merta menentukan sikap, tapi sudah melalui tahapan yang cukup panjang," ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Madura kemarin, Jokowi juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah kepada 2.050 orang di Madura. (MG/Ant/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya