Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ketua PBNU: Kampanye Prabowo tidak Mendidik

Whisnu Mardiansyah
19/12/2018 21:20
Ketua PBNU: Kampanye Prabowo tidak Mendidik
(MI/M. Irfan)

KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menyebut cara kampanye Prabowo tak mencerahkan. Prabowo ingin merebut simpati rakyat namun menafikan pihak lain.

Menurut Robikin, setiap pasangan calon bisa mengampanyekan gagasan-gagasan dan ide-ide menarik. Terlebih, Islam mengajarkan berkompetisi sehat, bukas saling serang. Kampanye seharusnya memajukan pendidikan serta meningkatkan peradaban.

"Sehingga Indonesia memiliki daya saing yang kuat di mata dunia. Justru kampanye-kampanye yang seperti itu saya kira kampanye yang mencerdaskan dan mendidik," tegas Robikin kepada Medcom.id, Rabu (19/12).

Pernyataan Prabowo soal Indonesia punah bila ia tak menang menjadi polemik. Prabowo dinilai menumbuhkan pesimisme bagi masyarakat.

Dalam Konferensi Nasional Gerindra, Prabowo meminta para kader dan parpol koalisi berjuang keras memenangkan dirinya. Ia menilai sistem pemerintahan saat ini sudah genting dan perlu ada pergantian pemerintahan.

"Jadi saudara, sudah dikatakan, kita merasakan getaran rakyat, kita merasakan rakyat ingin perubahan, rakyat ingin perbaikan, rakyat ingin pemerintah yang bersih dan tidak korupsi. Betul? Karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah," kata Prabowo dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12). (Medcom/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya