Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Disebut Antiulama, Jokowi Mengaku Heran

Antara
19/12/2018 13:20
Disebut Antiulama, Jokowi Mengaku Heran
(Agus Suparto)

CALON Presiden petahana Joko Widodo mengaku heran dirinya kerap diisukan antiulama. Padahal, pihaknya merasa dekat dengan para ulama.

"Presiden itu antiulama. Lho...lho...lho... saya itu masuk ke pondok pesantren berapa kali, hari ini juga dengan ulama," kata Joko Widodo saat berpidato dalam acara Deklarasi Akbar Ulama Madura Bangkalan, Rabu (19/12), yang digelar di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan.

Di hadapan hadirin dalam acara yang mengundang sederet ulama Madura itu, calon presiden nomor urut 01 itu berupaya menepis berbagai isu yang kerap menerpa dirinya termasuk soal antiulama.

Jokowi dalam kunjungannya ke Jawa Timur dalam waktu sehari saja misalnya berkeliling keluar masuk pondok pesantren di wilayah Jombang.

Ia bersilaturahmi dengan pimpinan, pengasuh, dan santri di Pesantren Darul 'Ulum, Pesantren Tebuireng, Pesantren Denanyar, dan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

"Dan yang menerbitkan Keppres Hari Santri tanggal 22 Oktober itu siapa?" tanya Presiden di hadapan hadirin yang dihadiri sederet ulama dari seluruh Madura itu.

Baca juga: Di Hadapan Ulama Madura, Jokowi Ungkap Alasan Gratiskan Tol Suramadu

Menurut dia, jika dirinya antiulama, tidak mungkin ia dengan gampang menandatangani Keppres tersebut,

"Kalau kita antiulama enggak mungkin ada Hari Santri," katanya.

Dalam hal memilih calon wakil presiden untuk Pilpres 2019, Jokowi bersama timnya juga memilih sosok dari kalangan ulama.

"Dan juga wakil presiden. Kita milih saja wakil presiden KH Prof Ma'ruf Amin. Beliau Ketua MUI. Beliau juga Rais Aam di NU. Lah kok dibalik-balik. Ini kan dibalik-balik namanya. Kalau enggak saya jawab, dibolak-balik lagi," katanya.

Oleh karena itu, ia merasa perlu mengonfirmasi isu-isu negatif yang beredar tentang dirinya.

Pada kesempatan itu, Jokowi hadir dalam acara Deklarasi Ulama Madura untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf yang diselenggarakan atas dukungan Yenny Wahid melalui Konsorsium Kader Gus Dur. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya