Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Yusril tidak Paksa Kader Soal Pilihan Presiden

Antara
17/12/2018 09:45
Yusril tidak Paksa Kader Soal Pilihan Presiden
(MI/YOSE HENDRA )

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra tidak memaksakan kadernya untuk memilih capres-cawapres tertentu di Pemilu Presiden 2019.

Yusril, di sela-sela pembekalan ratusan calon legislatif DPR RI Partai Bulan Bintang di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/12), memahami dinamika yang berkembang terkait kabar dukungan pribadinya kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.    

Ia menegaskan akan bersikap terbuka apabila nantinya ada kader yang memutuskan berbeda pilihan.

"Keputusan finalnya nanti pada rakernas yang akan kami gelar pada Januari. Di sana nanti kami umumkan secara resmi kemana arah dukungan PBB," kata Yusril dalam siaran pers.    

Yusril menegaskan, pihaknya akan berupaya mendorong kader termasuk para caleg untuk mendukung apa pun keputusan rakernas.    

Baca juga: Yusril Raih Penghargaan Democracy Award

Namun demikian, tidak akan melarang jika nantinya ada kader atau caleg yang ikut mengkampanyekan pasangan calon presiden dan cawapres yang berbeda dengan keputusan rakernas.

"Pada dasarnya kami demokratis, menghargai perbedaan. Permintaan saya cuma jangan saling menjatuhkan. Jangan saling menjelekkan yang berakibat PBB jadi terpecah belah," kata Yusril.

Siapapun presiden pilihan, Yusril lebih menekankan kepada para kader khususnya caleg untuk fokus memenangkan suara di daerah pemilihan masing-masing agar target suara PBB terpenuhi yakni sebesar 6% suara nasional serta keterwakilan di DPR RI.

"Saya harap soal capres tidak perlu berpolemik. Kita dorong caleg untuk meraih suara sebanyak-banyaknya di dapilnya," katanya.

Dia mengatakan siapapun yang menang, Jokowi atau Prabowo, yang penting umat Islam dan PBB berjaya.

"Kita berjuang habis-habisan untuk partai kembali berjaya. Kepada masyarakat yang punya hak pilih, saya mohon juga agar tetap memilih PBB di pemilu nanti," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya