Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
INSIDEN penolakan Sandiaga Uno di Pasar Kota Pinang, Labuhan Batu, Sumatra Utara, dianggap mudah terbaca dan tak sistematis. Dari kacamata analisis media dan komunikasi, desain sandiwara tersebut dapat terlihat dari banyak sisi.
"Analisis saya kalau dari sisi pemberitaan ini seperti ada paradoks. Artinya di satu sisi ada poster menolak dan meminta Sandi pulang, tapi di sisi lain ada poster lain yang berbunyi apa pun alasannya tetap mendukung Jokowi. Kalau politik itu benar, itu politik yang kasar," ujar analis media, Rahmat Said, ketika dihubungi, kemarin.
Cara seperti itu dinilai Rahmat tak mungkin dilakukan tim kampanye Jokowi atau siapa pun karena cenderung tidak profesional.
"Hal itu sama dengan memberi pengakuan pelaku penolakan. Itu secara logika tidak mungkin ada serangan politik, tetapi kemudian langsung secara eksplisit menyatakan dia yang melakukan. Itu kan tidak mungkin," ujar Rahmat.
Dilanjutkan Rahmat, dari sisi narasi di poster, ia tidak menangkap itu sebagai narasi aspirasi. Namun, lebih bisa ditangkap sebagai bahasa komunikasi. Isi poster penolakan dikatakan Rahmat sangat bergaya konsultan komunikasi, tidak mencerminkan aspirasi warga pedagang pasar tersebut.
"Bahasa-bahasa konsultan, seperti jangan pisahkan kami dan lain-lain itu. Untuk masyarakat di pasar, itu seperti tidak nyambung. Kalau aspirasi itu seperti turunkan harga bahan pokok dan lain-lain," ujar Rahmat.
Keanehan juga muncul karena arah perjalanan Sandi yang sangat tepat menuju lapak yang terpajang poster. Padahal, pasar memiliki banyak lapak dan jalan yang mungkin untuk dilewati.
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menampik isu dugaan rekayasa pengusiran dirinya saat mengunjungi pasar. Ia menyebut bahwa apa yang terjadi pada saat itu benar adanya.
"Insya Allah apa yang terjadi itu apa adanya. Saya sampaikan bahwa itu bukan terjadi sekali saja. Saya selalu memberikan kesempatan bahwa masyarakat boleh memberikan aspirasi dan dialog," ungkap Sandi di Jakarta, Sabtu (15/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved