Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KUASA hukum pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, siap berada di barisan paling depan jika terjadi sengketa Pemilihan Umum Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi. Yusril siap membela pasangan nomor urut 01 itu dengan pengalaman yang dimiliki.
Hal itu disampaikan Yusril usai menggelar pertemuan dengan Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (13/12).
"Saya sudah minta ijin kepada kawan-kawan (Direktorat Hukum dan Advokasi) ya berharap sih ini tidak berlanjut ke mahkamah konstitusi. Tapi andai kata nanti sesudah pencoblosan itu ada sengketa, ya saya mohon, mungkin saya ada di depan. Tapi teman-teman semua kita ajak bersama sama," kata Yusril.
Sebelumnya, ia sudah mendeklarasikan diri menjadi kuasa hukum Jokowi-Amin di Pilpres 2019. Namun, ia tidak bergabung dalam struktural TKN Jokowi-Amin.
Ia menjelasakan, potensi sengketa seperti selisih suara bisa terjadi. Pun demikian, ia berharap pemilu presiden kali ini tidak terjadi sengketa.
"Perselisihan hasil itu menyangkut hitungan suara. Kan bisa saja ada keinginan supaya supaya diadakan pilpres ulang di beberapa tempat. Nah itu harus kami antisipasi dan kami kaji juga. Mudah mudahan sih memang tidak terjadi masalah hukum," jelasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved