Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ma'ruf Lebih Suka Istilah Silaturahim daripada Kampanye

M Sholahadhin Azhar
10/12/2018 18:40
Ma'ruf Lebih Suka Istilah Silaturahim daripada Kampanye
(MI/ROMMY PUJIANTO )

CALON Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin merespons pernyataan Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Erick Thohir soal silaturahim. Ia mengamini hal tersebut karena silaturahim lebih diterima kalangan ulama, rekan sejawat Ma'ruf.

"Saya bersilaturahmi ke daerah-daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Medan, dan Lampung. Karena objek-objek pertemuan saya itu ulama," ujar Ma'ruf di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/12).

Menurut Ma'ruf, istilah tersebut melekat dalam persaudaraan antarulama. Lebih akrab bersilaturahim jika dibandingkan dengan menggunakan istilah kampanye. Sebab, kata dia, yang dilakukannya jauh dari kesan kampanye.

Selama silaturahim, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menyambung persaudaraan. Sekaligus memberi informasi bahwa dirinya akan maju di Pemilihan Umum Presiden 2019.

Tak ada pengaruh terkait dukung mendukung, sebab sudah sejak lama Ma'ruf bersaudara dengan ulama dan kiai yang dikunjunginya.

"Bukan kita memengaruhi mereka, tetapi itu sudah terjalin," tegas Ma'ruf.

Untuk urusan kampanye, Ma'ruf menyatakan akan memulainya pada Januari 2019. Sejauh ini, TKN telah menyusun strategi-strategi jitu terkait hal ini. Utamanya mengupayakan kemenangan di 10 wilayah Indonesia.

Daerah seperti Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, kata Ma'ruf, termasuk dalam 10 daerah prioritas itu. Sebab, wilayah-wilayah tersebut merupakan lumbung suara strategis bagi dia.

"Januari nanti kita anggap strategis untuk mengubah dan memperbesar elektabilitas di seluruh Indonesia, terutama di 10 wilayah yang kita petakan," sebut Ma'ruf. (Medcom/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya