Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
FORUM Santri Indonesia (FSI) menyatakan mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Ketua DPP FSI Iwan Ari Kurnia mengatakan dukungan tersebut diberikan setelah melihat rekam jejak Ma'ruf Amin sebagai salah satu ulama besar. Ketua Umum MUI itu selama ini menjadi panutan para santi di Indonesia.
"Maka dari itu, beliau (Ma'ruf Amin) kita daulat sebagai pelindung nasional FSI," kata Iwan saat mendeklarasikan dukungan FSI kepada Jokowi-Amin di Jakarta, kemarin.
Iwan berharap kehadiran Amin di kancah perpolitikan nasional mampu mengangkat budaya politik yang santun dan beradab. "Juga, bisa membawa dampak kepada para santri agar mengikuti jejak beliau," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, segenap barisan FSI mendoakan agar pasangan nomor urut 01 dapat sukses di kontestasi pilpres dan membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi. "Beliau (Ma'ruf Amin) ini dari golongan kiai, dan sebagai santri kami berkewajiban mendoakan beliau agar membawa bangsa Indonesia ke arah lebih baik," tandas Iwan.
Ma'ruf Amin mengatakan ingin mengajak santri untuk terlibat dalam meningkatkan perekonomian dengan menjadi pengusaha dari jenjang pesantren. Ajakan itu akan dirumuskan dengan konsep Gus Iwan (Santri Bagus Pinter Ngaji Usahawan).
"Kami ingin ada semacam model santri yang usahawan melalui Gus Iwan itu. Jadi, tidak hanya pintar ngaji, tapi bisa kontribusi untuk menggerakkan perekonomian," kata Kiai Amin.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan prog-ram Gus Iwan akan melengkapi kebijakan yang selama ini telah dijalankan Presiden Jokowi. Ia mengatakan sebelumnya melalui balai latihan kerja di pesantren, terbukti telah mencetak santri yang memiliki keterampilan.
"Ini penting agar santri memiliki peluang untuk berusaha. Sesuai dengan program yang telah dicanangkan pemerintah, tahun ini ada 1.000 BLK dengan nilai Rp500 juta untuk setiap BLK di pondok-pondok pesantren," kata Karding.
Lawan hoaks
Dalam kesempatan itu, Ma'ruf Amin juga mengajak para santri membantu mengklarifikasi isu fitnah yang selama ini mendiskreditkan dan mengaitkan Presiden Jokowi dengan PKI. "Saya mengajak para santri menjelaskan bahwa isu itu tidak benar. Isu itu dibuat untuk mendiskreditkan Pak Jokowi," katanya saat menerima kunjungan silaturahim Forum Santri Indonesia (FSI) dan Mursyid Tariqoh di kediaman Situbondo, Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan Presiden Jokowi sudah sering membantah isu tersebut, tetapi isu itu seolah tidak pernah berhenti, dan terus dimunculkan.
Dia meminta para santri terus mendengungkan bahwa isu tersebut sama sekali tidak benar. "Saya kira santri siap," jelasnya.
Sebelumnya, Advokat Indonesia Maju sebagai perkumpulan advokat pendukung Jokowi, menemukan spanduk hoaks menyebut Jokowi sebagai keturunan PKI.
Spanduk tersebut ditemukan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. AIM pun melaporkan spanduk itu ke Badan Pengawas Pemilu RI. Presiden Jokowi terus mengklarifikasi kabar fitnah yang menderanya itu dan menyebut, berdasarkan hasil survei, ada sembilan juta orang Indonesia yang percaya akan kabar fitnah tersebut sehingga dirinya harus bersuara untuk mengklarifikasi.
"Harus saya sampaikan, ada sembilan juta masyarakat percaya. Karena saya dapat survei, masyarakat percaya dengan fitnah seperti ini," katanya. (P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved