Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia, menjelaskan alasan mengapa banyak pengusaha di Indonesia mendukung Jokowi kembali memimpin sebagai presiden di periode kedua. Hal itu disebabkan Jokowi memberi harapan untuk membangun perekonomian.
"Memang ada harapan di kepemimpinan Jokowi ini untuk ekonomi kita lebih baik," kata Bahlil yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, kemarin.
Ia membantah pengusaha seperti dirinya mendukung Jokowi karena ada kepentingan praktis. Selama empat tahun ini, kata Bahlil, banyak pembangunan infrastruktur dilakukan Jokowi sebagai penunjang perekonomian Indonesia.
"Jokowi dalam membangun Indonesia selama 4 tahun tidak hanya fokus satu wilayah, tapi semua wilayah dia bangun infrastruktur. Maka, pertumbuhan ekonomi itu sudah menebar di seluruh wilayah," jelasnya.
Ia membandingkan dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tidak banyak didukung pengusaha. Menurutnya, program yang ditawarkan tidak jelas dan tidak memberi solusi untuk pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
"Di kubu sana tidak didukung pengusaha. Kenapa? Karena memang tidak ada tanda-tanda terang di sana. Yang punya harapan yang di sini, di sana itu harapannya enggak ada. Di sana kan enggak jelas programnya."
Meski Sandiaga yang notabene juga pengusaha, Bahlil menyebut, pengusaha tidak melihat program yang ditawarkan memberikan solusi.
"Kami enggak tahu apa yang dibicarakan, hanya fitnah, hoaks terus. Capek juga. Masuk pasar bilang ini mahal, cuma gitu doang aja, kalau mahal apa solusinya? Jadi, mungkin konsep atau program yang ditawarkan pihak sana tidak menggiurkan pengusaha dan tidak meyakinkan sehingga kemudian pilihan itu hampir semua jatuh pada pasangan nomor 01," jelasnya.
Kembali dikritik
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengkritik pidato Prabowo Subianto yang menyebut korupsi di Indonesia seperti kanker stadium 4. Pernyataan Prabowo di acara The World in 2019 Gala Dinner, di Hotel Grand Hyatt, Singapura, tak tepat disampaikan pada forum luar negeri.
"Demi kepentingan merebut kekuasaan, beliau tega menjelekkan pemerintahan yang sah dan terpilih secara konstitusional di publik internasional," kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Lena Maryana Mukti.
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf lainnya, Ace Hasan Syadzily, menyebut mempertanyakan sikap kenegarawanan Prabowo terkait dengan pidatonya.
Terlebih, acara tersebut dihadiri tokoh-tokoh negara lain. "Jika Prabowo negarawan, ia justru meyakinkan negara-negara lain untuk menanamkan modalnya di Indonesia," kata politikus Golkar itu.
Ace juga menyebut sikap Prabowo terlalu naif. Ia menilai Prabowo hanya ingin mendapatkan kepercayaan negara lain, tetapi dengan cara tidak etis. (P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved