Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Cak Nanto Dukung Netralitas Muhammadiyah di Pilpres 2019

Micom
29/11/2018 07:08
Cak Nanto Dukung Netralitas Muhammadiyah di Pilpres 2019
Ketum Pemuda Muhammadiyah Terpilih Sunanto(Istimewa)

SUNANTO terpilih sebagai ketua Pemuda Muhammadiyah dalam Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (28/11).

Pria yang akrab disapa Cak Nanto itu lahir di Sumenep, Jawa Timur. Dia merupakan kader otentik persyarikatan yang tumbuh dan berkembang dari proses perkaderan Muhammadiyah. Ia dibesarkan di Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Sumenep.

Alumni Pondok Pesantren Sobron, Jawa Tengah, itu berjuang memupuk kapasitas dirinya dengan aktif bergiat di ortom; IPM, IMM, dan Pemuda Muhammadiyah. Sebelum terpilih menjadi ketua umum, Cak Nanto merupakan Ketua Hikmah dan Hubungan Antarlembaga Pemuda Muhammadiyah.

Di kalangan aktivis demokrasi, Cak Nanto dikenal sebagaitokoh muda yang merawat demokrasi. Hari-hari Cak Nanto selain berdakwah di persyarikatan juga bekerja di dunia kepemiluan. Selama 10 tahun ia beraktivitas di Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR). Sampai sekarang, Cak Nanto adalah Koordinator Nasional JPPR.

Baca juga: Sunanto Pimpin Pemuda Muhammadiyah

Terkait Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Cak Nanto tidak mau mengorbankan proses yang panjang ini dengan suatu gerakan dukung mendukung. Ia ingin menjaga khittah dan marwah Persyarikatan Muhammadiyah, namun menurutnya perlu juga mengisi ruang politik dengan keadaban dan kebajikan. Sebab, menurutnya, jangan pernah berpangku tangan dan menunggu untuk berkemajuan.

Selain itu, Cak Nanto akan memperkokoh gerakan Pemuda Muhammadiyah di bawah tenda besar tauhid, ilmu, dan amal. Bagi Cak Nanto, Pemuda Muhammadiyah kan terus bergerak memajukan bangsa.

“Kemajuan, dalam komitmen saya juga terletak pada kemajuan dan kesuksesan dalam berkepribadian” pungkasnya.

Di tahun politik ini, menurut Cak Nanto, sesuai dengan amanah Ketua Umum Muhammadiyah Pak Haedar Nashir, semua kader harus menjaga khittah Persyarikatan Muhammadiyah, yaitu harus menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik dan calon presiden.

"Muhammadiyah adalah gerakan islam, dakwah dan kultural. Tidak boleh menyeretnya  kepada kepentingan politik pragmatis. Individu-Individu silakan, itu pilihan, tapi jangan bawa-bawa nama besar Muhammadiyah," pungkasnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya