Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Jokowi Ajak Berpolitik secara Beradab

Rudy Polycarpus
26/11/2018 07:30
Jokowi Ajak Berpolitik secara Beradab
Lingkaran Survei Indikator (LSI) Denny JA, merilis hasil survei terkait elektabilitas pada dua bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Pilpres 2019, di Jakarta, Selasa (21/8).(MI/ADAM DWI)

SERANGAN empat isu, yakni Partai Komunis Indonesia, antek asing dan aseng (Tiongkok), serta kriminilasi ulama yang terus berulang membuat calon presiden petahana Joko Widodo gerah. Capres nomor urut 01 itu mengajak semua pihak dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019 berpolitik dengan cara yang beradab.

"Ini (isu Jokowi PKI) mulai lagi. Cara-cara politik yang tidak beretika dan tidak beradab seperti ini harus dihentikan. Kita semua ini berbeda-beda agama, suku, bahasa, adat, daerah. Jika dirusak dengan cara ini, tidak bisa. Ini akan merusak kita (nama baik Jokowi). Ini (isu Jokowi PKI) sudah empat tahun berjalan. Saya sabar, sabar," kata Jokowi saat pelantikan Tim Kampanye Daerah Sumsel Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi-Amin, di The Sultan Convention Center, Palembang, kemarin.

Dia mengaku selama ini berusaha menahan diri untuk tidak menanggapi tudingan terkait dengan partai terlarang tersebut. "Sekarang saya jawab di mana-mana."

Sebelumnya, saat di Lampung, mantan Wali Kota Solo itu bereaksi keras bahwa dia akan menabok pihak-pihak yang mengaitkan dirinya dengan PKI.

Di hadapan ribuan caleg dari sembilan partai koalisi dan relawan itu, Jokowi membantah dirinya sebagai antek asing dan Tiongkok.

Dia menjelaskan, pada 2015, pemerintah mengambil alih Blok Mahakam yang semula dikelola Prancis dan Jepang serta Freeport. Begitu pula soal antek Tiongkok dan kriminalisasi ulama, Jokowi juga mengatakan hal itu tidak benar.

Di sisi lain, Jokowi mengingatkan pendukungnya jangan terlena dengan hasil sejumlah survei yang mengunggulkan duet Jokowi-Amin. Pasalnya hal itu tidak akan menjamin kemenangan pada Pilpres 2019.

Contohnya, kata dia, Hillary Clinton diunggulkan atas Donald Trump dalam Pilpres AS 2016, tetapi ternyata Trump menang. Fenomena juga terjadi di Inggris, yakni British exit atau Brexit. PM Inggris saat itu David Cameroon sangat optimistis warganya tetap ingin berada dalam Uni Eropa. Namun, mayoritas warga Inggris memilih keluar.

"Perubahan lanskap politik yang cepat seperti ini bukan tidak mungkin juga terjadi di Indonesia. Ini yang harus diwaspadai," ujar Jokowi.

Sebelum menghadiri pelantikan TKD, Jokowi dianugerahi gelar Raja Balaq Mangku Nagara dan gelar Ratu Indoman untuk Iriana Joko Widodo.

Selain menghadiri acara itu, Presiden memberikan pengarahan tentang penggunaan dana desa 2019 di Palembang Sport and Convention Center dan menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial di Taman Wisata Alam Punti Kayu, Palembang.

Warisi negara maju

Di Jakarta, cawapres Ma'ruf Amin menilai remaja milenial sebagai harapan bangsa. "Insya Allah, jika kami dan Pak Joko Widodo terpilih, akan kita wariskan Indonesia yang maju untuk semuanya," kata Ma'ruf dalam deklarasi relawan Remaja di JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.

Sementara itu, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Wali Songo, Situbondo, Jatim, Sabtu (24/11) malam.

Mantan Danjen Kopassus itu juga mengunjungi Pondok Pesantren Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin. "Saya tidak meminta dukungan, tetapi secara jujur saya berharap doa. Tolong doakan niat saya hanya mengabdi dan berbakti kepada rakyat," katanya di Ponpes Wali Songo.

Cawapres Sandiaga Uno bersenam bersama warga di halaman Lab Persada, Jalan Mayjen Sutoyo, Lumajang, Jatim, kemarin. (Mal/DW/Ant/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya