Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON Presiden Prabowo mengeluarkan komentar yang bertolak belakang dengan kebijakan luar negeri yang diusung pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo. Prabowo berpendapat rencana Australia memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem, bukan masalah besar bagi Indonesia.
Pengamat Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai pernyataan Prabowo kurang tepat.
"Menurut saya, itu (rencana pemindahan kedutaan) tetap merupakan masalah besar bagi Indonesia," ujar Hikmahanto melalui pesan singkat, Kamis (22/11).
Di lain sisi, dia membenarkan sudut pandang Prabowo bahwa setiap negara mempunyai kedaulatan. Namun perlu diingat bahwa antarnegara saling berinteraksi, sehingga sudah sewajarnya jika sikap Indonesia tidak membenarkan kebijakan suatu negara yang hendak memindahkan kedutaan ke Yerusalem.
"Justru sebaliknya, Indonesia bisa menggunakan daya tekan agar negara lain tidak jadi mmeindahkan kedutaannya ke Yerusalem," tegas Hikmahanto yang menggarisbawahi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan menetapkan Yerusalem di bawah otoritas PBB.
Dia turut menekankan arah politik luar negeri Indonesia cenderung berpihak pada Palestina. Hikmahanto memandang Prabowo kurang memperhatikan sensitivitas isu tersebut di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam. Serta sikap masyarakat yang menolak penjajahan.
"Oleh karenanya (kita harus) mendukung kemerdekaan Palestina dan menentang Israel yang selalu berupaya mengambil tanah Palestina," pungkasnya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved