Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

PDIP Minta Prabowo tidak Rendahkan Tukang Ojek

Micom
22/11/2018 12:05
PDIP Minta Prabowo tidak Rendahkan Tukang Ojek
(ANTARA/Rivan Awal Lingga)

KETUA DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana sangat menyesalkan pernyataan Prabowo Subianto yang menganggap remeh dan bernada merendahkan profesi tukang ojek.

“PDI Perjuangan berpendapat bahwa yang namanya tukang ojek, pedagang keliling, tukang sapu, dan berbagai profesi wong cilik lainnya adalah posisi yang bermartabat. Kerja mereka halal dengan niatan yang baik dan saya pastikan mereka tidak pernah korupsi. Pernyataan Prabowo sangat kami sesalkan. Yang namanya pemimpin, terlebih calon presiden tidak boleh merendahkan martabat rakyatnya sendiri,” tegas Whisnu.

Lebih lanjut, Whisnu menegaskan merupakan tugas kita bersama untuk menggelorakan harkat dan martabat rakyat, apa pun profesinya.

“Pak Jokowi jauh lebih bijak. Daripada mencela profesi tukang ojek, beliau mengambil kebijakan menghadirkan kekuasaan untuk rakyat melalui Kartu Indonesia Kerja, Kartu Indonesia Sehat, dan berbagai program kerakyatan lainnya. Dengan cara itu, tukang ojek dapat bercita-cita anaknya menjadi insyinyur, dokter, penyuluh pertanian, bidan dll,“ iungkap Whisnu.

"Pemimpin itu membangunkan rasa percaya diri, kerja keras, dan mengejar prestasi. Menjadi tukang ojek adalah tugas bermartabat selama dilaksanakan dengan tanggung jawab. Mengatakan hal itu sebagai realitas kejam adalah retorika penghasutan sebagai bagian memertentangkan kelas yang sering dipakai sebagai metode komunikasi politik yang tidk sehat,” imbuhnya.

Baca juga: Titiek Ambisi Ulangi Masa Kelam Orde Baru

PDI Perjuangan, menurut Whisnu, akan membantu para tukang ojek untuk mengorganisir diri; membangun kesadaran politik, sehingga mereka memiliki energi juang untuk hidup lebih baik.

"Pemerintah juga diharapkan agar mengedepankan peningkatan program kesejahteraan para tulang ojek sehingga mereka diikutkan dalam program keluarga harapan, dan  anak-anak mereka dapat bersekolah dengan baik," katanya.

Bahkan, Whisnu dalam kapasitasnya sebagai wakil wali kota, akan mendorong seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah PDI Perjuangan untuk semakin memberikan perhatian kepada kaum Marhaen untuk terus diberdayakan dan digelorakan semangat juangnya untuk hidup dan berpenghidupan lebih baik dan bermartabat.

“Para tukang ojek jauh lebih bermartabat daripada pengemplang utang, pejabat korup, dan juga lebih mulia dari Pemilik Kiani Kertas yang tidak memberikan gaji dan pesangon bagi karyawannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, merasa prihatin dengan timbulnya meme di internet yang menyebutkan generasi muda Indonesia banyak yang memilih menjadi tukang ojek selepas lulus SMA. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya