Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA aktivis Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (19/11) malam, meluncurkan buku berjudul Jokowi dari Desa ke Istana untuk Rakyat.
Buku setebal 104 halaman itu, kata salah satu pengarangnya Aulia Reza Bastian, dilandasi data dan fakta serta dilengkapi dengan statistik dan foto-foto aktivitas Presiden Jokowi.
Ditemui di sela-sela peluncuran buku, Aulia mengatakan buku ini dimaksudkan untuk menjawab berbagai berita miring tentang Joko Widodo yang akan berlaga dalam Pilpres 2019 mendatang untuk masa jabatannya yang kedua.
"Terbit di tengah hiruk pikuk dan memanasnya situasi menjelang Pemilu 2019, di tengah banyaknya berita bohong dan tidak benar, kami sodorkan data dan fakta keberhasilan Presiden Joko Widodo," katanya.
Presiden Jokowi, ujarnya, dengan segala kemampuannya terus berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial melalui berbagai karya nyata yang dapat dirasakan dan disaksikan oleh seluruh masyarakat.
Baca juga: Cawapres 01 dan 02 akan Hadir di Rakernas MUI
Karena itu, ujarnya, kehadiran buku itu diharapkan akan dapat menjadi pedoman bagi think tank, ujung tombang kampanye pemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, serta siapa pun yang akan akan menggunakan hak pilihnya.
Menurut dia, buku ini juga memberikan bantahan yang gambling disertai dengan fakta terkait dengan berbagai berita bohong dan hoax yang terkait dengan Presiden Jokowi.
Sementara pakar pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Wuryadi dalam bedah buku tersebut mengatakan, buku tersebut secara jelas memberikan gambaran apa yang sudah dilakukan termasuk keberanian-keberanian Joko Widodo baik di dalam negeri maupun saat menghadapi negara lain.
Wuryadi menyontohkan, salah satu langkah sederhana namun ternyata merupakan keberanian yang sangat luar biasa adalah penetapan BBM satu harga di seluruh Indonesia.
"Hanya pada pemerintahan Presiden Joko Widodo saja ini terjadi dan terus dikontrol. Sebelumnya tidak pernah ada yang mau menyentuh ini," katanya.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta ini kemudian menunjukkan setelah keputusan ini ada pandangan yang berubah ke arah yang lebih positif terhadap NKRI di sebagian masyarakat.
Apa yang sudah dilakukan itu, lanjutnya, juga merupakan kelanjutan dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Ia menilai, dari pernyataan Sumpah Pemuda 1928 oleh Presiden Joko Widodo diimplementasikan secara tepat bagaimana melaksanakan sumpah tersebut.
Sementara dosen Pascasarjana Universitas Widya Dharma Nanik Herawati mengatakan Joko Widodo menunjukkan langkah-langkah yang sederhana namun memberikan hasil yang luar biasa.
"Sejak saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, menjadi Gubernur DKI Jakarta maupun Presiden RI," katanya.
Ia menunjukkan buku yang isinya sangat bagus itu juga memiliki subbab yang bertutur ketika di di Solo maupun DKI Jakarta. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved