Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PASANGAN Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno diharapkan bisa menawarkan pelbagai program kebijakan yang lebih konkret. Sebab, lima bulan jelang pilpres masih banyak pemilih yang ragu-ragu menentukan pilihan.
Menurut peneliti Lingkaran Survei Indonesia Denny JA, Adjie Alfarabi, kelompok masyarakat yang hingga kini belum punya pilihan menghendaki gagasan dan ide cemerlang yang bisa mewakili aspirasi mereka.
"Kita berharap ke depan agenda-agenda kebijakan yang ditawarkan kedua kandidat bisa lebih baik sehingga pemikiran kita lebih produktif, berkualitas," ujarnya dalam diskusi Narasi Gaduh, Politik Kisruh, di Jakarta, kemarin
Menurutnya, yang berkembang dan muncul ke media massa pada masa kampanye saat ini justru isu-isu tanpa isi. Seharusnya informasi yang disampaikan ke publik ialah program-program dan kebijakan yang jelas diinginkan pemilih.
Capres petahana Jokowi melalui tim pemenangannya diakui Adjie memang gencar mempromosikan kinerja yang sudah dilakukan selama periode pertama. Namun, ada persoalan lain, yaitu menyangkut program konkret apa yang bakal dikerjakan di periode berikutnya.
Di sisi penantang, publik pun belum mendapatkan tawaran alternatif. "Kritik-kritik terhadap pemerintah, seperti tempe setipis ATM, menurut saya hanya metafora terkait kondisi ekonomi saat ini."
Ketua DPP PAN sekaligus Wakil Direktur Relawan Prabowo-Sandi, Yadil Abdi Harahap, menilai narasi-narasi yang dilontarkan kubu Jokowi-Amin tidak ada substansinya. Dia misalnya menyoal ungkapan politikus sontoloyo. "Kalau koruptor sontoloyo itu jelas bahwa koruptor itu memang sontoloyo," cetusnya.
Di lain sisi, jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Ruhut Sitompul, menegaskan narasi yang keluar dari kubunya merupakan akibat dari narasi kubu sebelah.
"Ini kan yang terjadi seolah narasi-narasi yang muncul itu dari kami. Kalau melihat hukum sebab-akibat, kami ini kan akibat. Sebabnya apa? Ya kami harus menanggapi gimik-gimik yang terjadi ini," tandas Ruhut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved