Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Gimik dalam Kampanye Pilpres Dianggap Wajar

Insi Nantika Jelita
14/11/2018 21:25
Gimik dalam Kampanye Pilpres Dianggap Wajar
(MI/ADAM DWI )

JURU bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Budiman Sudjatmiko, menganggap wajar ada gimik-gimik dalam penyampaian esensi gagasan saat berkampanye.

"Esensi gagasan dalam politik itu harus dibungkus oleh sensasi gimik itu wajar-wajar saja, sejauh gimik atau sensasi itu tidak menghilangkan esensi, enggak ada masalah," ujar Budiman di Hotel Le Meredien, Jakarta, Rabu (14/11).

Dalam politik esensi yang benar, menurut Budiman, adalah sensasi yangg indah yang secara emosional bisa membuat terharu.

"Meskipun tidak benarkan secara politik, tidak pas tetapi gimik juga perlu sejauh sensasi itu tudak menimbulkan kebencian tidak menimbulkan oermusuhan perpecahan," kata Budiman.

Jokowi, menurut Budiman, selalu bicara soal esensi pembangunan infrastruktur dan dana desa. Kemudian ia mengatakan menunggu esensi apa yang ditampilkan pihak calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi

"Nah karenanya kita tunggu dari Pak Prabowo apa esensinya jangan sensasi mulu dong. Kami sudah ngomong esensi jangan cuma bahas bungkusnya tapi enggak ada isinya," tutur Budiman.

"Jadi menurut saya kalau kemudian pihak yg lain gagal mgomong isi hanya ngomongin bungkus saja ya terpaksa kita hanya melayani bungkus meskipun kami akan tetap akan mengkampanyekan isi yg sudah dilakuakn oleh Pak Jokowi," sambungnya.

Lanjutnya Budiman membahas politik genderuwo yang sempat disampaikan Jokowi suatu hal untuk menakuti-nakuti dengan menganologikan narasi yang disampaikan oleh tim Kampanye Prabowo yang menebarkam ketakutan misalnya Indonesia bubar 2030 dan 99% rakyat Indonesia miskin. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya