Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

PDIP: Gambar Jokowi Jadi Raja Jurus Baru Black Campaign

Akmal Fauzi
13/11/2018 18:20
PDIP: Gambar Jokowi Jadi Raja Jurus Baru Black Campaign
(MI/M. Irfan)

SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan, atribut kampanye yang beredar di Jawa Tengah yang menampilkan gambar Presiden Joko Widodo dengan mahkota merupakan moduskampanye hitam atau black campaign gaya baru.

"Atribut itu seolah mendukung kami, padahal bersifat black campaign. Dari aspek estetika, komunikasi politik, daya imajinasi, dan teknik kampanye, atribut bergambar PDI Perjuangan dan Pak Jokowi yang terpasang tersebut bukan kami. Ada pihak-pihak yang memalsukan APK (Alat Peraga Kampanye) tersebut. Kami yakin, atribut tersebut dipasang oleh pihak yang mau mendiskreditkan kami," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Selasa (13/11).

Ia menilai, pemasangan APK ilegal itu tidak terlepas dari hasil survei yang selalu menempatkan PDIP dengan elektabilitas tertinggi. Akibatnya, ada kekuatan-kekuatan tertentu yang berupaya men-downgrade PDIP agar elektabilitasnya turun.

"Ini cara yang tidak sehat dalam demokrasi," jelas Hasto.

PDIP, kata Hasto, mengucapkan terima kasih atas kerja cepat kader Partai bersama dengan masyarakat yang melaporkan adanya APK liar tersebut dan kemudian menurunkan APK setelah berkoorsinasi dengan Badan Pengawas Pemilu.

"Kami juga sedang memertimbangkan langkah hukum atas pemasangan APK oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut. Kami sudah mempersiapkan atribut asli kami, yang mengedepankan kepemimpinan merakyat Pak Jokowi dengan pendekatan soft campaign," jelasnya.

Berdasarkan survei internal yang dilakukan, lanjut Hasto, publik menangkap ada apresiasi positif dimana Bung Karno, Megawati Soekarnoputri, Jokowi dengan PDIP merupakan satu kesatuan napas perjuangan.

"Dengan demikian, desain APK juga mempertimbangkan hasil survei dan FGD (diskusi kelompok terarah), tidak sembarangan sebagaimana APK liar yang muncul akhir-akhir ini," ujarnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya