Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin menegaskan penggunaan kata budek dan buta bukan dalam artian fisik melainkan kiasan. Penegasan itu menjawab adanya reaksi dari Forum Tunanetra Menggugat atas pernyataan Ma’ruf.
“Itu kan salah paham. Yang saya maksud buta itu bukan buta mata, bukan budek telinga, tapi buta hati. Matanya enggak buta jadi enggak ada hubungannya dengan fisik ya,” jelas Ma’ruf di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (13/11).
Ia berharap tidak ada yang salah tafsir atas ucapannya tersebut. Pernyataan itu ditujukan kepada seluruh pihak yang ingkar dari kenyataan terkait apa-apa saja yang telah dilakukan pemerintah saat ini.
Baca juga: Ma'ruf Amin Akui Damaikan Rizieq dan Tito Karnavian
“Jadi enggak ada kaitannya dengan buta fisik, budek fisik, enggak ada, karena itu tidak relevan kalau dia menggugat saya wong nggak ada urusannya fisik kok,” ujarnya.
Sebelumnya, Forum Tunanetra Menggugat menyayangkan pernyataan calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin mengenai orang ‘budek dan buta’.
Juru bicara Forum Tunanetra Menggugat, Suhendar mengatakan pernyataan Ma'ruf Amin yang menyebutkan orang-orang yang kerap mengkritik kinerja Presiden Joko Widodo, dengan mengibaratkan hanya orang 'budek' dan 'buta' saja mengkritik perkembangan pembangunan yang dikerjakan Jokowi, telah mencederai perjuangan kaum disabilitas. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved