Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Presiden Gelorakan Semangat Bangun Negara

Rudy Polycarpus
11/11/2018 12:45
Presiden Gelorakan Semangat Bangun Negara
(MI/BAYU ANGGORO)

PRESIDEN Joko ­Widodo meminta pemuda Indonesia, terutama ge­ne­rasi milenial, agar menjadikan Hari Pahlawan sebagai penyemangat untuk ­terus berkarya ­mengharumkan nama bangsa.

“Semangat untuk ­memajukan bangsa ini, semangat untuk membuat negara ini maju, semangat berinovasi, semangat berkreasi, semangat berkarya, semangat bekerja, semangat optimis,” kata Jokowi di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, se­usai mengikuti Bandung Laut­an Sepeda, kemarin.

Presiden menuturkan pemuda juga harus terus berinovasi dan berkreasi. Selain itu, pemuda harus selalu optimistis.

Menurut Jokowi, semangat itu pula yang membuat para pahlawan terus berjuang.

“Semangat untuk merdeka, setelah itu semangat untuk membangun negara, semangat untuk memajukan negara, semangat untuk membuat Indonesia maju,” tegas Presiden.

Ajakan memaknai Hari Pahlawan untuk memajukan bangsa juga disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Kepahlawanan masa lalu ialah membebaskan bangsa ini dari penjajahan. Kepahlawanan pada dewasa ini ialah memajukan bangsa ini, meningkatkan kecerdasan, pendidikan, kemakmuran, dan keadilannya,” ujar Kalla saat menghadiri acara ­Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Wapres JK memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Kalla mengatakan upaya untuk mencapai kemajuan bangsa tersebut dimulai dari semangat para pemuda, khususnya mahasiswa, seperti yang dilakukan pejuang pada tahun 1945.

“Saudara sekalian dari universitas dan perguruan tinggi tentu di kampus tujuannya ialah meningkatkan martabat bangsa lewat pendidikan, lewat ilmu pengetahuan, dan juga tentu kebersamaan kita semuanya,” kata Wapres JK di hadapan puluhan pengurus masjid kampus dari universitas negeri di Indonesia.

Di sisi lain, Ketua MPR Zul-kifli Hasan mengajak semua pihak merenungkan kembali semangat para pahlawan dalam satu tujuan. Apalagi di tahun politik seperti sekarang ini semangat kebersamaan dan persatuan perlu ditingkatkan.

“Jadi, momen Hari ­Pahlawan, kita perkuat persatuan. Saya juga mengajak teman-teman politisi, ayolah politiknya itu politik kebangsaan, politik persatuan, politik untuk memperkuat NKRI, politik kemajuan,” tukas Zulkifli.

Seragam Bung Tomo
Presiden Jokowi memperingati Hari Pahlawan di Kota Bandung, Jawa Barat. Setelah memimpin upacara ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Jokowi mengikuti kegiatan Bandung Lautan Sepeda bersama 25 ribu peserta lainnya.

Pada kegiatan itu Jokowi mengenakan pakaian safari pejuang kemerdekaan berwarna cokelat lengkap dengan peci dan sarung pistol, mirip pakaian Pahlawan Nasional Bung Tomo.

Tanda kepangkatan serta lencana merah putih tak ke-tinggalan menghiasi pakaian Presiden Jokowi yang menunggangi sepeda ontel hitam.

“Ini kan Hari Pahlawan 10 November. Jadi, suasana di tahun-tahun ‘45, di masa-masa perjuangan, suasana itu yang kita munculkan. Suasana itu kenapa saya pakai pakaian ini,” jelas Jokowi.

Untuk memperkuat suasana kemerdekaan, Jokowi juga memamerkan pistol duplikat yang disarungkan di ikat pinggangnya. Kepada para awak media, ia mengeluarkan pistol itu dari sarungnya dan berlagak seperti pejuang yang siap bertempur di medan perang.

“Ini lihat ada pistol, ada isinya. Entar disangka pistol beneran,” kata mantan Wali Kota Solo itu terkekeh-kekeh.(Fer/BY/Ant/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik