Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH alim ulama Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat, kini giliran alim ulama Jakarta Pusat yang berbaiat memberikan dukungan kepada Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin.
"Kami datang ke sini, selain untuk mengaji subuh, juga menyampaikan dukungan kepada Ma'ruf Amin. Istilahnya kami berbaiat untuk memenangkan capres-cawapres nomor 01. Kami ingin Indonesia maju dipimpin oleh ulama," kata pemimpin rombongan ulama Jakarta Pusat Ahmad Katsir.
Hadir sejumlah ulama dari Jakarta Pusat, di antaranya KH Lukmanul Hakim, KH Ahmad Muhajir, KH Agung Belayanda, KH Asnawi Ahmad, KH Ato Al Jawawi, KH Ahmad Fanani, KH Miftah Rais, KH Ahmad Saman, KH Khudori Mukri, KH Saefudin Rowi, dan Habib Ahmad.
Kiai Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih atas dukungan itu. Dalam pertemuan itu Amin juga membahas bahaya kabar bohong (hoaks) dan pentingnya tabayun.
"Di zaman digital, di saat medsos begitu digandrungi, ada satu hal yang sangat berbahaya, yakni hoaks atau hadits ifki. Banyak negara hancur karena hoaks. Suriah, Libia, Irak hancur karena hoaks," kata Amin.
"Hoaks sudah ada sejak zaman Nabi Adam. Bersama Hawa, Adam terpengaruh hoaks dari iblis untuk mendekati pohon khuldi. Akhirnya, mereka diturunkan ke bumi. Zaman Nabi Muhammad juga sempat terkena isu hoaks terkait istrinya, Siti Aisyah. Karena itu, harus saring. Cek dan ricek.
Tabayun itu penting. Itu ajaran Islam. Bila ingin selamat dunia akhirat, jauhkan diri dari hoaks," tutur Amin.
Dalam pertemuan itu, sekitar 81 alim ulama yang hadir sepakat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memilih pasangan terbaik, sinergi umara dan ulama, pada hari pencoblosan.
"Sejatinya ini pengajian subuh. Makanya saya terkejut ketika semua meminta waktu untuk membacakan pernyataan ikrar dukungan. Terima kasih. Saya semakin optimistis. Pesan saya, mari bersama kita jaga Pemilu 2019 dengan semangat persatuan dan kesatuan. Pemilu yang jujur dan adil. Jauhkan diri dari kampanye yang tidak sehat, mencaci maki, dan membicarakan hal yang tidak penting. Kedepankan akhlakul karimah," ujar Amin.
Pemimpin Rumah Jama'ah, KH Irfan Zidny, yang sehari-hari mengelola kegiatan kajian subuh di kediaman Amin, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para alim ulama se-Jakarta Pusat yang hadir.
"Ini berkah subuh. Rezeki subuh dari Allah SWT.Ada energi positif yang terpancar. Para alim ulama di Jakarta mulai berbondong-bondong memberikan dukungan kepada Ma'ruf Amin. Ini mencerahkan sekaligus juga menjadi dukungan moral yang sangat besar untuk guru mulia Ma'ruf Amin yang selalu mengingatkan agar kita tetap menjaga ukhuwah islamiah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniah," kata Irfan Zidny.
Politik santun
Dalam kesempatan itu Amin juga mengaku bersyukur dengan berbagai survei yang menempatkan dirinya dan Jokowi unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, khususnya di Jawa Barat.
Hal itu berdasarkan hasil survei yang digelar lembaga konsultan Indopolling Network. Suara Jokowi-Amin di Jawa Barat mencapai 28,8%, sedangkan Prabowo-Sandi hanya meraih 23,7%.
"Pertama tentu berkat apa yang dilakukan Pak Jokowi selama periode pertama, ada kemaslahatan dan kemanfaatan yang dirasakan. Kemudian berkat dukungan para ulama," kata Amin.
Amin mengatakan kepercayaan masyarakat juga terjadi lantaran komunikasi politik santun yang dibangun. Politik santun itu pun akan terus dilakukan hingga pilpres berlangsung.
"Kami kan komunikasinya dengan cara yang santun, dengan cara menyapa, dengan cara mengajak, tidak dengan cara yang kasar, memaki," tukasnya. (P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved