Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Hasto: Yusril Bawa Energi Positif

Antara
06/11/2018 20:15
Hasto: Yusril Bawa Energi Positif
( MI/Susanto)

BERGABUNGNYA pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai membawa energi positif untuk menghadapi potensi sengketa pemilihan umum dan komitmen untuk berkampanye secara tertib.

"Kami menanggapi positif bergabungnya Pak Yusril sebagai tim hukum pasangan Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf. Kehadiran Pak Yusril menjadi energi positif bagi untuk berkampanye dengan baik, tertib, dan sesuai koridor hukum," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Hasto Kristiyanto, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut Hasto, bergabungnya Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara pasangan capres-cawapres Jokowi-Amin, berangkat dari proses dialog sejak September lalu.

"Pernyataan kesediaan dari Pak Yusril yang disampaikan kepada Pak Erick Thohir pekan lalu, tentu akan kami sinergikan dengan tim
hukum dari pasangan Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf," katanya.

Politikus asal Yogyakarta ini menjelaskan, Yusril menyatakan kesediaannya menjadi pengacara pasangan Jokowi-Amin, tentunya Yusril memiliki hubungan baik dengan Kiai Ma'ruf, dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, yang memiliki banyak pengalaman.

"Kesediaan Pak Yusril adalah bagian dari ikatan-ikatan positif yang telah terbangun selama ini," katanya.

Ketika ditanya apakah bergabungnya Yusril ada 'deal' politik, Hasto menjelaskan, bahwa setiap partai politik tentunya memiliki strategi politik. Yusril Ihza Mahendra sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) serta tokoh nasional, tentunya juga memiliki strategi.

"Namun, kesediaan Pak Yusril ini murni sebagai dukungan terhadap pasangan Pak Jokowi dan Pak Maruf, karena sudah hubungan baik sebelumnya," katanya.

Apakah PBB akan bergabung? Menurut Hasto, kalau terkait PBB, sebagai sesama orang partai, tentunya ada mekanisme dan prosedur yang harus dilalui.

"Dalam hal ini, Pak Yusril sebagai pakar hukum dan praktisi hukum, bersedia menjadi pengacara untuk Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf," katanya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya